Pria yang Lumpuh Usai Divaksin di Cianjur Membaik, Masih Jalani Perawatan di RS

25 Agustus 2021 19:22
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pria yang Lumpuh Usai Divaksin di Cianjur Membaik, Masih Jalani Perawatan di RS (35319)
searchPerbesar
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Irfan Nur Fauzy. Foto: Dok. Istimewa
Ahmad Solihin (37), warga Cianjur yang mengalami lumpuh usai menerima suntikan dosis kedua vaksin Sinovac, masih menjalani perawatan di RSUD Sayang.
ADVERTISEMENT
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irfan Nur Fauzy, mengatakan kondisi Ahmad dalam kondisi yang baik. Kondisinya juga mengalami perkembangan yang signifikan.
"Pasien sedang dilakukan penyuntikan epidemiologi. Kita memfasilitasi pasien untuk penanganan dan mengkaji penyebabnya apa," jelas Irfan kepada wartawan, Rabu (24/8).
Hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab Ahmad mengalami lumpuh dan benjolan yang muncul di bagian bawah ketiaknya. Ia menambahkan belum ada rujukan (literatur) dari gejala yang dialami Ahmad.
Sementara itu, sambung Irfan, untuk kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sepanjang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Cianjur jumlah relatif kecil.
"Mungkin hanya puluhan kasus, dan tidak ada yang memerlukan penanganan lebih lanjut," ucapnya.
Sebelumnya, Ahmad Solihin (37) warga Kampung Citapen RT 02/04, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat alami lumpuh setelah divaksin corona.
Pria yang Lumpuh Usai Divaksin di Cianjur Membaik, Masih Jalani Perawatan di RS (35320)
searchPerbesar
Ahmad Solihin (37) warga di Cianjur yang mengalami lumpuh. Foto: Dok. Istimewa
Ahmad menjalani vaksinasi dosis kedua dengan Sinovac di fasilitas kesehatan setempat pada Kamis (8/7). Setelah disuntik, Ahmad mengalami pusing dan gatal di tubuhnya.
ADVERTISEMENT
Keesokan harinya, Ahmad bersama istrinya langsung berobat untuk mendapatkan penanganan medis di puskesmas. Bukannya sembuh, justru kondisi Ahmad lebih memprihatinkan. Tangan dan kaki Ahmad tak bisa digerakkan.
"Sempat dirawat di RSUD Sayang selama lima hari, tapi kondisi tak kunjung membaik dan hingga kini tangan dan kaki saya tak bisa digerakkan sama sekali. Ditambah, muncul benjolan di bagian bawah ketiak," kata Ahmad.
Ia mengaku kondisi tubuhnya baik-baik saja sebelum disuntik vaksin.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020