Prilly Latuconsina Siap Lanjut S2 Demi Cita-cita Jadi Dosen

29 September 2022 17:55
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Prilly Latuconsina saat mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, UGM, Kamis (29/9/2022). Foto: Dok. UGM
zoom-in-whitePerbesar
Prilly Latuconsina saat mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, UGM, Kamis (29/9/2022). Foto: Dok. UGM
ADVERTISEMENT
Prilly Latuconsina mengajar mahasiswa di kelas Kajian Selebritas di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, UGM, Kamis (29/9). Dia mengikuti program Praktisi Mengajar, salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
ADVERTISEMENT
Program itu memberi kesempatan kepada para praktisi di berbagai bidang untuk menjadi dosen tamu dan mengajar di kelas.
Usai mengajar, Prilly menyampaikan rasa senangnya atas kesempatan ini. Dia mengatakan bahwa tidak ada privilese khusus saat dirinya mendaftar dalam program MBKM ini.
"Saya daftar secara formal, saya daftar di website resmi praktisi mengajar, submit segala dokumen yang diperlukan bahkan CV dan semuanya sampai menunggu kabar dan akhirnya mendapat tawaran dari UGM. Saya bersyukur sekali hari ini jadi melewati proses sebagaimana mestinya, yang harus dilewati oleh praktisi-praktisi lain," kata Prilly.
Soal mengajar, Prilly mengaku bahwa itu merupakan cita-citanya sejak masa kecil. Saat ditanya awak media apakah ingin menjadi dosen penuh waktu, Prilly pun mengamininya.
ADVERTISEMENT
"Amin ya. Kebetulan kan saya jadi dosen kan banyak yang tanya karena saya baru lulusan S1 kok bisa jadi dosen, akhirnya terjawab bahwa saya mengikuti program praktisi mengajar. Apakah saya akan menjadi dosen? Berarti saya harus S2 dulu ya. Dan memang kebetulan saya S2 pingin konsentrasinya di pendidikan," ujarnya.
"Jadi ya semoga bisa terlaksana karena memang saya punya passion untuk mengajar dan cita-cita daya dari kecil pingin banget jadi guru jadi semoga bisa terlaksana," jelasnya.

Kelas Kajian Selebritas

Sekretaris Departemen Ilmu Komunikasi UGM Lidwina Mutia Sadasri menjelaskan bahwa Prilly mengajar mata kuliah Kajian Selebritas yang merupakan mata kuliah unggulan dalam peminatan Media Entertainment.
Prilly Latuconsina saat jadi dosen tamu di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (29/9/2022). Foto: Dok. UGM
zoom-in-whitePerbesar
Prilly Latuconsina saat jadi dosen tamu di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (29/9/2022). Foto: Dok. UGM
"Kajian Selebritas itu sebenarnya menjadi mata kuliah unggulan untuk peminatan Media Entertainment. Jadi di departemen Ilmu Komunikasi kami punya 4 peminatan. Public Relations, Advertising, Jurnalisme, dan juga Media Entertainment yang tergolong paling baru dibanding peminatan yang lainnya," kata Mutia.
ADVERTISEMENT
Bermacam hal dipelajari dari peminatan Media Entertainment ini, mulai dari musik, film, industri selebritas, hingga game.
"Tentang audiens dan fans juga. Kami melihat itu dari perspektif ilmu komunikasi melihat bagaimana industri bekerja, siapa aktornya bagaimana karakteristik audiensnya gitu," ujarnya.
"Sehingga nanti teman-teman mahasiswa ketika setelah mengambil mata kuliah bisa melihat berbagai macam produk media entertainment itu dalam perspektif yang lebih luas tidak hanya sekadar konsumen yang menonton gitu tetapi juga kritis terhadap berbagai konten media entertainment," katanya.

Kolaborasi Jangka Pendek dengan UGM

Sementara itu, di program MBKM ini, Prilly mengikuti kolaborasi jangka pendek. Sehingga dia hanya akan mengisi 2 kelas saja. Salah satunya pada hari ini.
"Jadi nanti ada satu kelas lagi di bulan Oktober yang saya isi kelasnya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Pengalaman mengajar hari ini juga terasa menyenangkan bagi Prilly. Menurutnya, kelas hari ini sangat menantang terlebih mahasiswa aktif bertanya dan antusias mendengar paparan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Prilly Latuconsina saat mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, UGM, Kamis (29/9/2022). Foto: Dok. UGM
zoom-in-whitePerbesar
Prilly Latuconsina saat mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, UGM, Kamis (29/9/2022). Foto: Dok. UGM
"Dan senang sekali saya bisa membagikan ilmu untuk mereka dan memperluas perspektif lagi karena kajiannya tadi bukan hanya soal teori tapi saya juga bercerita pengalaman di depan layar bagaimana seorang tokoh melewati proses selebritifikasi atau melewati indikator-indikator untuk mempunyai status selebritas. Jadi senang sekali saya bisa sharing ilmu tersebut," katanya.
Prilly mengatakan bahwa dirinya tak hanya mengajar. Dari kelas ini dia juga belajar dan membuka perspektif baru. Banyak ilmu yang Prilly dapat pada hari ini.
Menurutnya, selain menjadi diri sendiri saat mengajar, candaan juga ia susupi di materinya. Ini membuat suasana kelas semakin hidup.
ADVERTISEMENT
"Saya sudah ada di industri ini dari umur 13 tahun jadi pembahasannya cukup sesuai dengan apa yang saya alami selama saya berkarier," katanya.
"Tetapi pembawaannya tetap santai supaya mereka bisa menangkap materinya dan lebih bisa paham lewat contoh-contoh yang saya alami jadi seru banget kelasnya. Penuh dengan tawa. Tadi saya juga dikasih pantun sama mahasiswa dan alhamdulillah mereka juga mengerti dan paham sama materi yang saya paparkan," katanya.
Prilly juga mengaku terharu karena banyak mahasiswa yang me-mention dirinya di Twitter. Itu menjadi sebuah penghargaan karena dia diterima secara positif oleh mahasiswa.
"Ada. Di Twitter, saya kan suka ngecek Twitter dan tadi barusan mahasiswa yang ikut dalam kelas tiba-tiba ngetwit saya kan nggak ngeliat mereka pegang handphone terus mereka ngetwit itu dan nge-candid-in saya saat ngajar dan terharu karena so sweet twit-tiwit. Ternyata pendapat mereka terhadap saya positif," jelasnya.
ADVERTISEMENT

Siapkan Alumni yang Percaya Diri

Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, mengatakan bahwa kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa. Harapannya mahasiswa bisa menjadi alumni yang memiliki kepercayaan tinggi.
"Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, tanyakan apa yang ingin ditanyakan. Program seperti ini sangat baik untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi alumni yang memiliki kepercayaan diri tinggi," kata Wening dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/9/2022).
Prilly Latuconsina usai jadi dosen tamu di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, UGM, Kamis (29/9/2022). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Prilly Latuconsina usai jadi dosen tamu di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, UGM, Kamis (29/9/2022). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
Sementara itu, Dosen Departemen Ilmu Komunikasi yang mengampu mata kuliah Kajian Selebritas, Lidwina Mufia Sadasri mengatakan bahwa kehadiran Prilly ini dapat membawa pengalaman belajar di luar kelas.
"Program MBKM memberikan pengalaman belajar di luar kelas, juga pembelajaran dalam kelas dengan membawa para praktisi," kata Mutia.

91 Praktisi Mengajar di UGM

Program Praktisi Mengajar diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2022.
ADVERTISEMENT
Ada 91 praktisi mengajar di berbagai program studi sarjana di UGM. Dari jumlah itu, 28 di antaranya telah menyelesaikan kegiatan kolaborasi. Mereka mengikuti program praktisi mengajar berupa kolaborasi pendek maupun kolaborasi intensif.
Prilly Latuconsina usai jadi dosen tamu di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, UGM, Kamis (29/9/2022). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Prilly Latuconsina usai jadi dosen tamu di Departemen Ilmu Komunikasi, Fisipol, UGM, Kamis (29/9/2022). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
Progam ini disebut untuk mengatasi bahwa masalah kesenjangan antara keahlian lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Hal itu merujuk data dari Future of Jobs Report, World Economic Forum tahun 2020.
Data menyebutkan relevansi kemampuan lulusan perguruan tinggi Indonesia dengan kebutuhan industri hanya sekitar 64%, lebih rendah dari negara Asia lainnya seperti Singapura yang memiliki angka relevansi 79%, Tiongkok sebesar 73,6%, dan Arab Saudi sebesar 71,3%.
"Saya bertemu banyak perusahaan, dan salah satunya mereka berbicara tentang program MBKM. Karena itu kalau ada program seperti ini kalian harus ikut, kalian bisa mendapatkan jam terbang tinggi sesuai profesi nantinya," kata Wening.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020