Produsen Beeru Stevia Buka Suara Terkait Kandungan Produknya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi stevia cair. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi stevia cair. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock

Produsen pemanis Beeru Stevia, CV M3 OIL, buka suara terkait kandungan produknya usai menjadi sorotan. Beeru tengah disorot usai Dokter Detektif (Doktif) mereview produk tersebut di akun TikTok-nya yang dinilai tidak 0 kalori dan mengandung pemanis buatan.

CV M3 OIL merupakan perusahaan manufaktur (food manufacturer) yang menjalankan jasa maklon untuk memproduksi dan mengemas pemanis merek Beeru Stevia.

Dalam pernyataan klarifikasi yang diunggah melalui akun Instagram resminya @cvm3oil.official pada Kamis (29/10), CV M3 OIL menyatakan sedang melakukan pengujian mandiri melalui dua laboratorium terakreditasi untuk memverifikasi mutu dan keamanan produk.

Mereka juga menyebut telah mengajukan tindak lanjut kepada BPOM, termasuk pemeriksaan langsung terhadap fasilitas produksi.

“Saat ini 150 botol sampel produksi BEERU telah kami kirimkan untuk pengujian lab. Kami akan menyampaikan klarifikasi lebih lanjut setelah hasil pengujian dari kedua laboratorium tersedia dan tindak lanjut dari BPOM diperoleh,” tulis CV M3 OIL.

Perusahaan tersebut juga menyatakan masih menelusuri keterkaitan sampel yang beredar dengan produk yang mereka produksi.

Karena menurut CV M3 OIL, informasi sampel yang beredar belum disertai keterangan asal pembelian dan nomor batch produksi yang dapat diverifikasi.

“Kami juga mencatat bahwa informasi mengenai sampel yang beredar belum disertai keterangan asal pembelian dan nomor batch produksi yang dapat kami verifikasi. Oleh karena itu, keterkaitan sampel tersebut dengan produk yang kami produksi masih ditelusuri lebih lanjut,” bunyi keterangannya.

instagram embed

Dari unggahannya, CV M3 OIL pun menyatakan berkomitmen menghasilkan produk pangan yang aman dan bermutu serta bersedia menjalani pemeriksaan oleh pihak berwenang.

“Kami terbuka terhadap proses pemeriksaan oleh pihak yang berwenang dan akan menyampaikan informasi berdasarkan data yang terverifikasi,” tulisnya.

Sebagai bagian dari klarifikasi, CV M3 OIL turut melampirkan hasil pengujian laboratorium bertanggal 7 Januari 2026 dari PT Saraswanti Indo Genetech.

Ilustrasi stevia cair. Foto: Nicoleta Ionescu/Shutterstock

Dalam dokumen tersebut, hasil pengujian mencatat kadar gula total sebesar 5,54 persen dan sukrosa sebesar 5,03 persen. Selain itu, CV M3 OIL mencantumkan kadar karbohidrat sebesar 46,67 persen dan energi total sebesar 187,88 kkal per 100 gram.

Perusahaan juga menyertakan perhitungan energi per botol dengan asumsi densitas stevia sebesar 1 gram per mililiter. Hasilnya energi per sajin 0,05 ml ialah 0,094 kkal. Jumlah ini, menurut CV M3 OIL dapat dibulatkan menjadi 0 kkal sesuai dengan Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026.

Dalam keterangan itu CV M3 OIL juga menjelaskan tidak semua karbohidrat memiliki metabolisme yang sama dan dapat dicerna oleh tubuh. Gula sederhana dan pati yang dapat dicerna melalui usus halus, sedangkan sebagian serat mencapai kolon dan difermentasi oleh mikrobiota.

"Steviol glikosida pada stevia juga mencapai kolon dan diuraikan oleh mikrobiota menjadi steviol. Oleh karena itu, karbohidrat total tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah gula yang dapat dicerna tubuh," tuturnya.

Sedangkan terkait jumlah gula total dalam produk Beeru, CV M3 OIL mengatakan hasil gula total dan sakarosa tidak dapat dijumlahkan karena sakarosa bisa menjadi bagian dari gula total.

"Stevia rabaudina mengandung 7 jenis gula bebas yaitu rhamnosa, fruktosa, arabinosa, glukosa, sukrosa,, trehalosa, dan rafinosa. Selain itu Stevia juga mengandung senyawa steviol glikosida sebagai senyawa pemanis," ujarnya.

Sebelumnya Dokter Detektif (Doktif) di akun TikTok-nya menyampaikan hasil review terhadap pemanis Beeru Stevia. Dari hasil uji yang ditampilkan produk itu mengandung karbohidrat sebesar 47,21 persen dan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram sampel. Ia menilai karbohidrat dapat diubah menjadi gula dalam tubuh sehingga klaim 0 kalori pada produk tersebut tidak tepat.

Hasil pengujian itu juga menunjukkan adanya pemanis buatan yang tidak dicantumkan dalam kemasan yakni sukralosa sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L) dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.

Manajemen Hentikan Penjualan

instagram embed

Terkait masalah ini, manajemen Beeru Indonesia menghentikan sementara penjualan produknya hingga proses verifikasi selesai.

Keputusan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi Beeru Indonesia.

Dalam keterangannya, Beeru menyebut tengah berkoordinasi dengan mitra manufaktur dan melakukan verifikasi lebih lanjut terkait produk tersebut.

“Perlu kami sampaikan bahwa Beeru Stevia diproduksi melalui kerja sama dengan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, dan proses produksi,” demikian keterangan Beeru Indonesia, Rabu (28/10).

Beeru menyatakan proses verifikasi dilakukan untuk memastikan kembali kesesuaian produk sebelum penjualan dilanjutkan.