Prof Azyumardi Azra, Cendekiawan Muslim Peraih Gelar 'Sir' dari Kerajaan Inggris

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Azyumardi Azra Foto: Antara
zoom-in-whitePerbesar
Azyumardi Azra Foto: Antara

Ketua Dewan Pers Prof Azyumardi Azra meninggal dunia. Azyumardi wafat di usia 67 tahun.

Azyumardi sebelumnya sempat dikabarkan sesak napas dan dinyatakan COVID-19. Dia lalu dirawat di sebuah rumah sakit di Malaysia.

Anggota Dewan Pers, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers, Ninik Rahayu, mengkonfirmasi Azyumardi wafat pukul 12.30 waktu Malaysia.

Ketua MUI Cholil Nafis lewat keterangannya juga menyampaikan ucapan belasungkawa.

"Turut mendoakan dan berduka cita atas wafatnya Prof. Dr. Azyumardi Azra. Mudah-mudahan amal baiknya diterima dan dosa-dosa-nya diampuni oleh Allah SWT. Sungguh kami merasa kehilangan sosok cendekiawan yang membanggakan Indonesia. Alfatihah," kata Ketua MUI Cholil Nafis dalam keterangannya, Minggu (18/9).

kumparan post embed
Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra. Foto: Rafyq Alkandy/kumparan

Prof Azyumardi Azra lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat, 4 Maret 1955. Prof Azra begitu dia biasa disapa, menikah dengan Ipah Farihah dan dikaruniai 4 anak, yakni Raushanfikri Usada, Firman El-Amny Azra, Muhammad Subhan Azra, dan Emily Sakina Azra.

Dia memulai pendidikan tingginya di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982. Gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University diraih tahun 1988 atas bantuan beasiswa Fullbright.

Azra juga pernah memenangkan beasiswa Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tetapi Azra pindah ke Departemen Sejarah, dan memperoleh gelar MA pada 1989.

Gelar Master of Philosophy (MPhil) diperoleh dari Departemen Sejarah, Columbia University dan Doctor of Philosophy Degree dengan disertasi berjudul The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Network of Middle Eastern and Malay-Indonesian ‘Ulama ini the Seventeenth and Eighteenth Centuries. Disertasinya itu diterbitnya menjadi sebuah buku.

Setelah menyelesaikan rangkaian studinya, pada tahun 1993 Azyumardi mendirikan sekaligus menjadi pemimpin redaksi Studia Islamika, sebuah jurnal Indonesia untuk studi Islam.

Azar menjadi Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan terpilih sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1998 hingga 2006.

Beberapa kali Azra juga pernah menjadi profesor tamu di Universitas Filipina dan Universitas Malaya, Malaysia.

Pada tahun 2010, dia memperoleh titel Commander of the Order of British Empire (CBE), sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris dan menjadi 'Sir' pertama dari Indonesia. Gelar CBE itu diberikan oleh Kerajaan Inggris kepada individu untuk menghargai kontribusi positif yang telah dilakukan oleh mereka di bidangnya masing-masing.

Kini, pria yang juga dikenal sebagai cendekiawan muslim meninggal dunia di usia 67 tahun.

Selamat jalan, Prof Azyumardi Azra.