Prof Budi Wiweko, Dokter Indonesia Pertama Raih Penghargaan Tertinggi RANZCOG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Profesor Budi Wiweko meraih Honorary Fellowship dari RANZCOG Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Profesor Budi Wiweko meraih Honorary Fellowship dari RANZCOG Foto: Dok. Istimewa

Profesor Budi Wiweko, salah satu tokoh Obsterti dan Ginekologi (Obgyn) Indonesia, berhasil meraih penghargaan bergengsi Honorary Fellowship dari Royal Australian and New Zealand College of Obstetricians and Gynaecologists (RANZCOG). Ia jadi orang Indonesia pertama yang meraih penghargaan bergengsi tersebut.

Ia menerima penghargaan tersebut berdasar surat resmi yang diberikan oleh Dr. Gillian Gibson, Presiden RANZCOG. Dari website resmi RANZCOG, Prof Iko, panggilan akrab Budi Wiweko tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan Honorary Fellowship adalah gelar kehormatan tertinggi yang diberikan oleh RANZCOG, di bidang Obgyn. Seleksi untuk meraih penghargaan ini dilakukan ketat. Mereka menilai kontribusi signifikan masing-masing kandidat dalam bidang kesehatan perempuan, terutama di bidang Obgyn.

Keberhasilan Prof Iko, meraih penghargaan ini bukan proses yang mudah. Penghargaan ini hanya bisa diraih oleh individu yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi luar biasa dalam meningkatkan kesehatan perempuan seumur hidupnya.

Prof Iko, dinilai memenuhi syarat untuk mendapat penghargaan ini berdasar upaya-upaya dan program-programnya dalam meningkatkan kolaborasi antara RANZCOG dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Belum lagi kontribusinya untuk organisasi kedokteran tanah air seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Penghargaan ini menandakan bahwa penerima telah mencapai standar profesional tertinggi dan diakui oleh komunitas medis di Australia dan Selandia Baru.

RANZCOG sendiri adalah salah satu kolegium terkemuka di dunia, yang terdiri dari para dokter Obgyn di Australia dan Selandia Baru. Mereka memiliki misi dan komitmen untuk meningkatkan kesehatan perempuan melalui pendidikan, pelatihan, dan penelitian pada bidang tersebut.

Sederet Prestasi Budi Wiweko

Prof Iko telah mengukir sederet prestasi yang mentereng. Antara lain Young Gynecologist Award dari Asia & Oceania pada tahun 2007, Dosen Berprestasi Nasional pada tahun 2015, menjabat sebagai Presiden Asia Pacific Initiative on Reproduction (ASPIRE), dan merupakan pendiri Asian Society for Fertility Preservation (ASFP).

Dia juga merupakan Ketua Komite dari Komite Kedokteran Reproduktif, Endokrinologi, dan Infertilitas dari Federasi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Se-Asia dan Oceania. Ia juga tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dalam bidang penelitian, ia telah menghasilkan lebih dari 140 publikasi di Scopus dan 62 publikasi di PubMed. Beliau memiliki H-index 15 dan telah memenangkan berbagai penghargaan penelitian.

Salah satu inovasinya paling utamanya adalah pengembangan Nomogram Anti Mullerian Hormone (AMH) yang digunakan sebagai peramal usia biologis perempuan.