Prof Kusnandi: Enggak Ada yang Sakit Gara-gara Vaksin Corona Sinovac

Proses uji klinis III vaksin corona Sinovac di Indonesia sejauh ini berjalan lancar. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Riset Uji Klinis Prof Kusnandi Rusmil.
"Ternyata setelah saya lakukan berikut ini orang itu tetap sehat. Enggak ada yang sakit gara-gara vaksin. Itu enggak ada," kata Prof Kusnandi dalam diskusi yang ditayangkan Youtube FMB9ID_ IKP yang dilihat kumparan, Rabu (4/11).
Kusnandi mengungkap memang ada 15 relawan yang mundur, 7 di antaranya karena sakit. Namun, sakit itu bukan karena vaksin.
"Bukan sakit karena vaksin," tegas dia.
Ia pun menjelaskan sedari awal perekrutan, 1,620 relawan yang dipilih harus sehat tanpa penyakit bawaan. Usianya pun di antara 18 sampai 59 tahun.
"Untuk sementara dicari rang-orang yang sehat, yang kuat. Jadi urusan 18 sampai 59 tahun itu karena kita baru mengenal vaksinnya, baru kenal virusnya. Nah kita cari orang yang sehat untuk disuntik," tutur dia.
"Jadi saya enggak memberikan ke orang-orang sakit Karena saya baru mengenal penyakit baru ini. Jadi saya enggak berani sembarangan dulu," imbuh Guru Besar FK Unpad itu.
Kusnandi menegaskan, uji klinis III ini benar-benar rampung Maret 2021. Setelah BPOM memastikan aman baru akan dibicarakan, apakah akan ada uji klinis untuk anak atau lansia juga.
"Nanti kalau hasil fase 3 ini bagus baru kita rencanakan yang lainnya. Semua vaksin yang dipakai harus uji klinis III itu. Baik itu anak maupun orang tua," ungkapnya.
"Uji klinis untuk anak baru dilakukan di China tapi hasilnya belum selesai," tutup dia.
