Prof Wiku Adisasmito, dari Dokter Hewan hingga Jadi Jubir Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prof Wiku Adisasmito. Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Prof Wiku Adisasmito. Foto: Dok. BNPB

Prof Wiku Adisasmito kini menggantikan posisi Achmad Yurianto sebagai juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona. Perombakan posisi ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang diteken pada Senin (20/7).

"Nanti ada tambahan, jubir pemerintah di sini ditunjuk Prof Wiku dari BNPB, dan Pak Budi Gunadi Sadikin khusus untuk satgas ekonomi," kata Ketua Tim Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto, Selasa (21/7).

embed from external kumparan

Yurianto sudah menjadi jubir penanganan corona sejak 3 Maret 2020, atau saat pandemi corona di Indonesia baru diumumkan. Sejak saat itu, saban hari pukul 15.30 WIB, Yurianto wara-wiri terlihat di layar kaca.

Kini, posisi Dirjen Kemenkes itu digantikan oleh Wiku, ahli epidemiologi yang sebelumnya menjabat Ketua Tim Pakar Gugus Tugas COVID-19.

Dilansir staff.ui.ac.id, Wiku merupakan seorang dosen dan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia yang mendalami kebijakan kesehatan di sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi.

Prof. Wiku Adisasmito. Foto: Dok. BNPB

Namun rupanya, Prof Wiku juga memiliki gelar dokter hewan. Bergelar lengkap Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D, Wiku menamatkan pendidikannya dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 1988 sebagai dokter hewan.

Barulah sejak 1992, saat meraih Master of Science (MSc.) dari Colorado State University (CSU) pada 1990, Wiku mulai mendalami penelitian penyakit infeksi. Pada 1995, pria kelahiran Malang, 20 Februari 1964 ini menamatkan pendidikan untuk meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.).

Dilansir staff.blog.ui.ac.id, Wiku fokus menggeluti bidang kesehatan, lingkungan, dan manusia saat studi di Colorado. Topik disertasi yang diambil adalah pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue, vector-borne disease yang paling bermasalah di Indonesia dan dunia.

Prof Wiku Adisasmito. Foto: Dok. BNPB
Prof Wiku saat menjelaskan daerah zona hijau virus corona. Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Masih mengutip ui.ac.id, beberapa judul penelitian Wiku di antaranya "Pandemic Influenza Preparedness: Policy Analysis, The Asia Flu Capacity: Health System Analysis to Support Capacity Development to Respond to Pandemic Influenza in Asia", "Molecular Epidemiology of Influenza A in Bali (BaliMEI)", "Surge in demand for health services (Surge Capacity)", dan "Field Building Leadership Initiative". Sejumlah penelitiannya berkolaborasi antarinstitusi internasional di Eropa, Amerika, Kanada, dan Asia.

Wiku juga memiliki publikasi ilmiah lainnya, yakni "Avian and Pandemic Human Influenza Policy in South-East Asia: The Interface between Economic and Public Health Imperatives dan Critical Interactions between Global Fund-supported Programmes and Health Systems: A Case Study in Indonesia" yang dimuat di Health Policy and Planning Journal di tahun 2011 dan 2010.

Struktur Komite Penanganan COVID-19. Foto: kumparan

Ada juga "Pandemic Influenza Preparedness and Health Systems Challenges in Asia: Results from Rapid Analyses in 6 Asian Countries" yang dimuat dalam BMC Public Health di tahun 2010 serta Effectiveness of Antiviral Treatment in Human Influenza H5N1 Infections: Analysis from A global Patient Registry yang dimuat dalam Journal of Infectious Disease di tahun 2010.

Sepanjang kariernya, Wiku pernah menjabat sebagai anggota panel ahli dalam Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI). Wiku sempat didapuk sebagai Steering Committee mewakili Indonesia dalam jejaring Asian Partnership for Emerging Infectious Disease Research (APEIR).

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

Saksikan video menarik di bawah ini: