Prof Wiku: Corona di Aceh Tinggi, Perlu Ada Pembatasan Mobilitas Penduduk

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito. Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Bakti Bawono Adisasmito. Foto: BNPB

Aceh merupakan salah satu provinsi yang mendapatkan prioritas penanganan COVID-19 di Indonesia. Penanganan COVID-19 di Aceh mendapat perhatian serius karena jumlah kasus positif COVID-19 masih tinggi.

Juru bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan salah satu penyebab tingginya kasus di Aceh karena adanya mobilitas penduduk dari luar daerah.

“Mengapa kasus di Aceh lebih banyak? Ada mobilitas penduduk dari luar Aceh yang datang ke Aceh,” kata Wiku jumpa pers virtual dari Istana Kepresidenan, Kamis (1/10).

kumparan post embed

Aceh Harus Batasi Mobilitas Penduduk

Menurut Wiku, pembatasan mobilitas penduduk menjadi sangat penting dilakukan Aceh saat ini untuk mengendalikan penyebaran virus corona.

“Pembatasan mobilitas penduduk itu penting dalam pengendalian COVID-19,” ucap Wiku.

Tak hanya itu, Wiku mengatakan penyebab tingginya kasus di Aceh juga disebabkan karena kesadaran masyarakat Aceh yang dinilai masih rendah dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Kami liat sendiri ternyata masyarakat di sana banyak belum melakukan protokol kesehatan. Untuk itu kasusnya meningkat,” ucap Wiku.

kumparan post embed

Wiku juga memastikan bahwa pemerintah tidak ada niat untuk menutupi data baik pusat maupun pemerintah daerah.

Buktinya minggu lalu, tim satgas pusat telah turun ke Aceh untuk mengetahui apa saja kendala dan kebutuhan yang diperlukan.

“Tak ada niat sedikitpun termasuk pemda untuk menutupi data. Sama sekali enggak, dengan ini pemerintah pusat jadi tau kendala di sana (Aceh ) termasuk kebutuhan ICU dan isolasi karena kasusnya meningkat,” tuturnya.