Prof Wiku: Mobilitas Masyarakat Meningkat, Paling Tinggi ke Pusat Belanja

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana mall di Bali saat PPKM Level 4. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana mall di Bali saat PPKM Level 4. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Keberhasilan Indonesia dalam menurunkan kasus COVID-19 dalam beberapa bulan terakhir ini membuat kegiatan maupun mobilitas masyarakat perlahan kembali seperti sedia kala.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito, mengatakan hal tersebut merupakan tanda keberhasilan Indonesia menangani pandemi.

"Saat ini ledakan kasus Indonesia berhasil ditangani di saat banyak negara lain menghadapi kenaikan kasus signifikan, jumlah kasus di Indonesia terus menurun dan aktivitas sosial ekonomi kembali dibuka," kata Wiku dalam keterangan pers virtual di Youtube BNPB, Kamis (28/10).

"Fakta ini menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam meningkatkan resiliensi dan ketahanan bangsa menghadapi pandemi COVID-19," lanjutnya.

Walau demikian, ternyata pelonggaran aktivitas telah mengakibatkan peningkatan mobilitas ke sejumlah tempat publik.

Mobilitas paling tinggi terjadi di pusat perbelanjaan hingga di atas 20%. Semakin tinggi mobilitas, maka semakin tinggi pula risiko penularan corona terjadi.

"Saat ini tren mobilitas sudah mengalami kenaikan yaitu 22,14% di pusat belanja, 5,43% di taman, dan 2,68% di tempat retail dan rekreasi," jelas Wiku.

Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat dapat lebih waspada sebab semakin tinggi mobilitas, maka semakin tinggi pula risiko terjadinya penularan kasus corona.

"Kita perlu berhati-hati dan menyusun strategi untuk mempertahankan penurunan kasus pada natal dan tahun baru mendatang," tutup Wiku.