Prof Wiku: Tingkat Kematian Corona di RI Masih di Atas Global, Harus Kerja Keras

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prof Wiku Adisasmito. Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Prof Wiku Adisasmito. Foto: BNPB

Jubir penanganan corona Prof Wiku Adisasmito membeberkan data terkait kematian corona di Indonesia. Provinsi Jatim masih menjadi yang tertinggi.

"Jatim menduduki peringkat pertama kasus positif, begitu juga kematian Jatim tempati peringkat pertama dengan 1719 kasus. Kedua, DKI 840, Jateng 637, Sulsel 321, dan Kalsel 295," ungkap Wiku dari konferensi pers virtual di BNPB, Selasa (4/8).

Wiku menyebut, apabila Pemda menangani kasus corona lebih baik dan cepat, terutama pasien yang menderita komorbid atau lansia, harapannya kasus meninggal makin rendah.

"Perlu jadi perhatian semua, Pemda, RS, tenaga kesehatan dan masyarakat agar jangan terlambat menangani kasus COVID-19," jelas dia.

Wiku kemudian menjelaskan perihal pandangan bahwa kematian corona di Indonesia tergolong tinggi. Ia meyakini angka ini bisa ditekan dengan kedisiplinan masyarakat.

embed from external kumparan

"Sampai saat ini per 3 Agustus 2020 adalah 4,68 persen dan di sini memang bukan kabar menggembirakan karena angka kematian masih di atas global 3,79 persen," tutur dia.

Apalagi, kata Wiku, angka kematian corona di Indonesia terus menurun dari Maret sampai Juli.

"Namun dengan disiplin dan semangat masyarakat dalam lindungi kelompok rentan, perawatan memadai, dapat dilihat angka kematian secara nasional sejak Maret-Juli cenderung turun," jelas dia.

"Kita harus kerja keras turunkan angka kematian jadi lebih baik sehingga bisa lebih rendah dari angka global," tutup dia.

Infografik Pertumbuhan Kasus Pekanan Corona RI (27 Juli- 2 Agustus 2020). Foto: Chia Aulia/kumparan