Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Akhmad Sodiq, rektor Universitas Soedirman (Unsoed) baru saja terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK atas dugaan korupsi uang dari mahasiswa baru senilai ratusan juta rupiah. Akhmad telah menjabat sebagai rektor UNSOED sejak 2022.
Dari rekam jejaknya, Akhmad punya kepakaran di bidang sistem produksi ternak dan mengenyam sejumlah pendidikan internasional.
Berikut profilnya dari data yang diambil dari situs resmi Unsoed (unsoed.ac.id) :
Pria kelahiran Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 28 Januari 1969 ini menempuh program sarjana (S1) di Fakultas Peternakan Unsoed.
Lalu, ia melanjutkan studi ke Jerman di Georg-August University Göttingen, dan meraih gelar Magister (M.Sc.Agr.).
Kontribusi di Indonesia
Akhmad juga tergabung dalam sejumlah organisasi di Indonesia. Ia sempat menjadi pengurus Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah, Dewan Pakar Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), serta Dewan Pembina Asosiasi Sarjana Membangun Desa (SMD) Jawa Tengah.
Di tingkat daerah, beliau sempat tergabung di A'WAN PCNU Kabupaten Banyumas dan Dewan Kehormatan PERGUNU Kabupaten Banyumas.
Penghargaan
Pada tahun 2017, beliau dianugerahi Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun oleh Pemerintah Republik Indonesia atas pengabdiannya sebagai ASN. Di lingkup kampus, beliau berulang kali meraih predikat Dosen Berprestasi, baik di tingkat Fakultas Peternakan maupun tingkat Universitas, serta menyabet Unsoed Award di bidang Pengabdian kepada masyarakat.
Sempat Tolak MBG Bersama Mahasiswa
Dirangkum dari berbagai sumber, jajaran rektorat bersama mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sempat menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Sikap tersebut dibacakan Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq di depan gedung rektorat, pada Juni lalu, setelah menemui mahasiswa yang menggelar aksi terkait keikutsertaan salah satu mahasiswa dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mereka menilai program MBG dan Koperasi Merah Putih memangkas anggaran pendidikan, kesehatan, dan APBN sehingga merugikan rakyat.
Mahasiswa juga mendesak rektorat memberikan klarifikasi dan pertanggungjawaban terbuka terkait proses penunjukan mahasiswa dalam kunjungan kerja bersama Wapres Gibran serta sikap kampus terhadap tuntutan mahasiswa.
Sodiq sendiri menjawab bahwa ini adalah bagian dari sikap Tri Dharma perguruan tinggi.
