Profil Anom Widiyantoro yang Di-OTT KPK, dari BUMN Jadi Bupati Pemalang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang. Dalam operasi senyap itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro turut dijaring lembaga antirasuah.
Pria kelahiran 20 Maret 1970 ini menjabat Bupati Pemalang sejak 2025. Dia maju berpasangan dengan Nurkholes dan diusung sejumlah partai politik yaitu Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Gelora, PSI, dan Perindo pada Pilkada 2024 silam.
Anom menempuh pendidikan S1 Manajemen Keuangan di Undip Semarang dan S2 Magister Ekonomi & Bisnis Unpad.
Sebelum menjadi bupati, Anom berkarier di sejumlah perusahaan termasuk PT Wijaya Karya Realty yang merupakan anak perusahaan BUMN PT Wijaya Karya. Di sana Anom menjabat sebagai direktur.
Dikutip dari laman resmi Pemkab Pemalang, saat melantik pejabat baru pada Agustus 2025, Anom sempat mengingatkan anak buahnya untuk memegang teguh nilai antikorupsi, kolusi dan nepotisme.
"Tingkatkan disiplin, dan profesionalisme dalam bekerja dan bangun komunikasi yang baik serta sinergi dengan berbagai pihak," pesan Anom saat itu.
Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan sosok yang di-OTT adalah Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
"Benar," kata Fitroh dikonfirmasi kumparan, Rabu (29/7).
Fitroh belum menjelaskan lebih lanjut soal barang bukti yang turut diamankan dalam OTT ini. KPK juga belum merinci konstruksi perkaranya.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan.
