Profil Bupati Cianjur: Birokrat yang Dilaporkan ke KPK terkait Bantuan Gempa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Cianjur, Herman Suherman. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Cianjur, Herman Suherman. Foto: Dok. Istimewa

Bupati Cianjur, Herman Suherman, dilaporkan ke KPK karena diduga menyelewengkan bantuan penanganan gempa Cianjur, Jumat (16/12). Dalam laporan Acsenahumanis Respon Foundation ke KPK, Herman diduga memotong prosedur operasi standar (SOP) yang dibuat BNPB dan me-repacking bantuan dari Emirates Red Crescent.

Bantuan tersebut terdiri dari 2 ribu lembar selimut, 25 ton beras, seribu paket kebersihan, serta 500 lampu bertenaga solar dan battery charger untuk tenda. Bantuan tersebut diduga dikemas ulang menjadi kemasan partai dan dijual ke pasar.

Bagaimana profil Bupati Cianjur Herman?

Sebelum menjadi Bupati Cianjur, Herman terlebih dahulu menjadi wakil bupati mendampingi Irvan Rivano Muchtar. Pasangan yang didukung Partai Golkar, PBB, dan PKB ini menang dengan perolehan 49,02% di Pilkada Cianjur 2015.

Masa jabatannya bersama Irvan Rivano diwarnai sejumlah demo, salah satunya karena kebijakan Irvan memindahkan pusat pemerintahan ke Kelurahan Cempaka yang dinilai tanpa kajian terlebih dahulu.

Setelah Irvan terjaring OTT KPK, Herman Suherman diangkat menjadi Plt Bupati Cianjur dari akhir 2018 hingga Pilkada 2020 tiba.

Bupati Cianjur Herman Suherman saat menyambangi lokasi tenda pengungsian warga terdampak gempa di Kampung Gunung Lanjung, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Foto: Dok. Istimewa

Di Pilkada 2020, Herman mencoba peruntungannya kembali. Herman yang merupakan kader PDIP maju sebagai calon bupati bersama Ketua DPC Partai Golkar saat itu, Tubagus Mulyana Syahrudin.

Pasangan yang didukung oleh PDIP, Golkar, NasDem, PAN, dan PPP ini harus melawan tiga paslon lainnya: Muhammad Toha-Ade Sobari; Oting Zaenal Mutaqin-Wawan Setiawan; dan Lepi Ali Firmansyah-Gilar Budi Raharja. Tapi pasangan Herman-Tubagus berhasil menang satu putaran dengan perolehan 600.394 suara.

Dilansir dari situs pribadinya, berikut data diri Herman Suherman:

Nama: Herman Suherman

TTL: Cianjur, 23 Oktober 1962

Riwayat Pendidikan:

SD Negeri Gintung : 1975

ST Negeri II Cianjur : 1979

STM Negeri Cianjur : 1982

Sarjana Muda ATPU Provinsi Jabar : 1986

S1 UNLA Bandung : 2000

S2 STIA LAN Bandung : 2010

Riwayat Kerja:

Kasubsi Pengolahan Data DPUK DT II Cianjur : 1992

Kasubsi Pengairan DPUK DT II Cianjur : 1998

Kasubsi Penyusunan Program DPU Bina Marga : 1999

Kasi Perencanaan Teknis DPU Bina Marga : 2001

Kasubdin Perencanaan Teknik DPU Bina Marga : 2006

Kabid Bina Teknik DPU Bina Marga : 2009

Kepala Kantor Lingkungan Hidup : 2009

Kepala Dinas Kehutanan& Perkebunan : 2010

Direktur Utama PDAM Cianjur : 2014

Wakil Bupati Cianjur : 2016 – 2018

Plt Bupati Cianjur : 2018 – 2021

Bupati Cianjur 2021- 2026

Dilaporkan ke KPK

Belum genap dua tahun menjabat sebagai bupati, Herman Suherman dilaporkan ke KPK. Herman disebut memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi dan tidak menyalurkan bantuan untuk korban gempa.

"Yang tadinya sumbangan dari lembaga internasional diubah kemasan partai dan dijual ke pasar. Artinya, Bupati menggunakan wewenangnya untuk memangkas distribusi bantuan serta mengemas bantuan tersebut dengan bentuk lain dan menjual ke pasar," jelas Acsenahumanis Respon Foundation.

kumparan post embed

Namun Herman membantah. Politikus PDIP itu mengungkapkan, siap jika harus menjalani klarifikasi oleh lembaga antirasuah itu terkait dugaan penyelewengan dana bantuan gempa bumi yang dilayangkan padanya.

"Setiap bantuan donasi yang masuk didata dan dicatat di gudang dengan pembukuan yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Herman, kepada wartawan, Senin (26/12).

Herman menyebutkan, terlalu naif jika dirinya sampai tega menjual barang bantuan yang diberikan para donatur untuk korban gempa bumi Cianjur.

"Masa iya Bupati jual bantuan ke pasar, Bupati banyak kerjaan. Tinggal itu mah silakan saja, terlalu naif jika harus menjual barang bantuan," jelasnya.

Sebelum dilaporkan ke KPK, nama Herman juga sempat mencuat karena menyatakan bencana yang menerjang Cianjur merupakan berkah. Menurut Herman, dana Rp 6 triliun dari pemerintah pusat untuk Cianjur kelak bisa digunakan untuk pembangunan rumah warga terdampak, infrastruktur, sekolah, masjid, hingga pesantren.

"Ini ada bantuan dari pemerintah pusat. Sehingga ending-nya bencana membawa berkah, sehingga Cianjur IPM (indeks pembangunan manusia)-nya akan naik, stunting akan turun dan Cianjur akan maju dan mandiri," tuturnya.

Karena pernyataannya menjadi ramai, Herman pun meminta maaf. Oa mengaku tidak pernah bermaksud menyakiti hati para warga, terutama yang menjadi korban bencana.