Profil Dedi Prasetyo, Wakapolri yang Kini Pimpin Lembaga Reforma Agraria

Komjen Pol Dedi Prasetyo mendapat tugas baru setelah puluhan tahun berkarier di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jenderal polisi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 itu kini dipercaya memimpin lembaga penyelenggara reforma agraria.
Lembaga tersebut sebelumnya dirancang dengan nama Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN). Dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria, nomenklatur BRAN disepakati berubah menjadi Lembaga Penyelenggaraan Reforma Agraria (LPRA).
LPRA nantinya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Lembaga ini memiliki kewenangan dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, hingga penyelesaian konflik agraria.
Penunjukan Dedi membawa pengalaman panjangnya di kepolisian ke lembaga dengan bidang kerja yang berbeda. Dedi lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 26 Juli 1968.
Dia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1990. Kariernya di kepolisian dimulai pada 1991 ketika ditugaskan sebagai Pamapta Polda Jawa Timur. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya sebagai Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satuan Reserse Kriminal Polres Lamongan.
Setahun kemudian, Dedi menjabat Kapolsek Deket. Pada 1993, ia mendapat penugasan sebagai Komandan Peleton Taruna Akpol. Tiga tahun berselang, ia dipercaya menjadi Komandan Kompi Taruna Akpol.
Dedi kemudian menjalani penugasan di Polda Metro Jaya sebagai perwira pertama pada 1996. Setahun kemudian, ia menjadi Kapolsek Serpong. Pada tahun yang sama, Dedy mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
Setelah menyelesaikan pendidikan, Dedi kembali mendapat sejumlah penugasan di bidang operasional. Pada 1999, ia menjadi Kepala Pusat Komando Pengendalian Operasi Polres Marabahan. Setahun kemudian, ia dipercaya menduduki jabatan yang sama di Polres Banjar. Pada 2000, Dedy juga bertugas sebagai perwira pertama di Pusat Studi Intelijen Keamanan.
Memasuki awal 2000-an, karier Dedi mulai banyak bersinggungan dengan bidang sumber daya manusia Polri. Pada 2002, ia menjadi Kepala Urusan Pelatihan dan Rohani Jasmani Direktorat Pengendalian Personel SSDM Polri.
Pada 2003, dia menjabat Kepala Urusan Tata Administrasi Personel Direktorat Pengendalian Personel SSDM Polri. Di tahun yang sama, ia menjadi Kepala Subbagian Sumpah, Janji, Hak, Orkes, dan Pemakaman Biro Perawatan Personel SSDM Polri. Ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Pribadi Wakapolri.
Pada 2005, Dedi mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim). Setelah itu, ia menjabat Kepala Bagian Pembinaan Kepolisian Wilayah Madura.
Kariernya kemudian kembali bersentuhan dengan pendidikan dan operasional kepolisian. Pada 2006, Dedy menjadi Kepala Korps Siswa Sekolah Polisi Negara Polda Jawa Timur. Setahun kemudian, ia dipercaya sebagai Kepala Satuan Reserse Polwiltabes Surabaya.
Dedi kemudian mendapat sejumlah jabatan sebagai pimpinan kepolisian di wilayah. Pada 2008, ia menjadi Kapolresta Kediri, lalu Kapolres Lumajang pada 2009.
Pada 2010, Dedi kembali ke lingkungan SSDM Polri. Ia menjabat Kepala Subbagian Administrasi Bagian Pembinaan Karier SSDM Polri. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya sebagai Kepala Subbagian Kebijakan Produk Pendidikan dan Pelatihan Bagian Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Biro Pengkajian dan Strategi SSDM Polri.
Setahun kemudian, Dedi mendapat jabatan sebagai Kepala Biro SDM Polda Maluku Utara. Pada 2012, ia dipercaya menjadi Kepala Biro SDM Polda Kalimantan Tengah.
Karier Dedi di bidang sumber daya manusia terus berlanjut di Mabes Polri. Pada 2014, ia menjadi Kepala Bagian Kepangkatan Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, kemudian dipercaya sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi SSDM Polri.
Pada 2016, Dedy menjabat Kepala Bagian Mutasi Jabatan Biro Pembinaan Karier SSDM Polri. Setahun kemudian, ia mendapat promosi sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah.
Pada 2018, Dedi mulai dikenal luas publik ketika dipercaya menjadi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri. Posisi tersebut membuatnya menjadi salah satu pejabat yang rutin menyampaikan informasi dan perkembangan berbagai perkara kepada media.
Setahun kemudian, Dedi kembali ke bidang sumber daya manusia sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri. Pada 2020, ia kembali ke Kalimantan Tengah untuk menjabat sebagai Kapolda.
Pada 2021, Dedi ditarik kembali ke Mabes Polri dan dipercaya sebagai Kepala Divisi Humas Polri. Setelah dua tahun memimpin Divisi Humas, ia mendapat tugas sebagai Asisten Kapolri Bidang SDM pada 2023.
Pada 2024, dia dipercaya menjadi Inspektur Pengawasan Umum Polri. Setahun kemudian, kariernya mencapai posisi Wakapolri. Dedi menjabat Wakapolri selama 1 tahun 1 bulan.
Dengan perjalanan tersebut, pengalaman Dedi di Polri mencakup sejumlah bidang, mulai dari reserse dan kepemimpinan kewilayahan, pendidikan kepolisian, sumber daya manusia, hubungan masyarakat, hingga pengawasan internal.
Dedi juga menerima sejumlah penghargaan selama masa dinasnya. Di antaranya Bintang Jasa Pratama, Bintang Jasa Nararya, serta sejumlah Satyalancana, termasuk Satyalancana Pengabdian 8, 16, 24, dan 32 Tahun, Satyalancana Jana Utama, Satyalancana Ksatria Bhayangkara, Satyalancana Karya Bhakti, Satyalancana Pendidikan Bhakti, Satyalancana Bhakti Buana, Satyalancana Bhakti Nusa, Satyalancana Dharma Nusa, Satyalancana Bhakti Purna, dan Satyalancana Operasi Kepolisian.
