Profil Dudung Abdurachman, 6 Bulan Jadi KSP Kini Jabat Menko Polkam

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan keterangan pers di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan keterangan pers di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mendapat tugas baru di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Setelah sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung kini dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), menggantikan Djamari Chaniago.

Sebelum masuk pemerintahan, Dudung merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Jabatan terakhirnya di militer adalah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Dudung lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965.

Dudung menempuh pendidikan dasar di SDN Patrakomala Bandung pada 1972-1979. Ia kemudian bersekolah di SMP Kartika XIX-1 Bandung hingga 1982 dan melanjutkan pendidikan di SMAN 9 Bandung hingga 1985..

Setelah lulus SMA, Dudung masuk Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1988 dari kecabangan Infanteri. Sejak saat itu, karier militernya dimulai di lingkungan TNI Angkatan Darat.

Dalam perjalanan kariernya, Dudung mendapat berbagai penugasan di satuan tempur maupun komando kewilayahan. Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis hingga masuk ke jajaran pimpinan TNI AD.

Pada 2018, Dudung dipercaya menjadi Gubernur Akademi Militer. Jabatan tersebut membuatnya bertanggung jawab terhadap lembaga pendidikan yang mencetak para perwira TNI Angkatan Darat.

Dudung kemudian mendapat tugas sebagai Pangdam Jaya pada 2020. Saat memimpin Kodam Jaya, namanya menjadi perhatian publik setelah ia memerintahkan pencopotan baliho Front Pembela Islam (FPI) di sejumlah wilayah Jakarta.

Pada 2021, Dudung dipercaya menjadi Pangkostrad. Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi strategis di lingkungan TNI AD karena memimpin Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.

Pelantikan dan pengucapan sumpah pejabat negara, Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/9/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Masih pada 2021, Dudung kemudian ditunjuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat. Ia menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang saat itu dipercaya menjadi Panglima TNI.

Dudung menjabat KSAD hingga 2023. Posisi tersebut menjadi jabatan tertinggi yang pernah diembannya selama aktif sebagai prajurit TNI AD.

Selain pendidikan militer, Dudung juga melanjutkan pendidikan akademik. Ia meraih gelar Magister Manajemen dan kemudian menyelesaikan pendidikan doktoral Ilmu Ekonomi di Universitas Trisakti.

Dudung memperoleh gelar doktor pada 2023 dengan predikat cumlaude.

Setelah memasuki masa pensiun dari TNI, Dudung masih mendapat tugas di pemerintahan. Pada Oktober 2024, ia dipercaya Presiden Prabowo sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.

Jabatan tersebut menjadi salah satu penugasan Dudung setelah tidak lagi menjabat sebagai KSAD. Ia kemudian kembali mendapat posisi strategis dalam pemerintahan pada 2026.

Pada Senin (27/4), Dudung dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Sebagai KSP, Dudung bertugas membantu Presiden dalam mengawal program-program prioritas pemerintah. Setelah dilantik, ia menyampaikan rencana membuka kanal pengaduan masyarakat dan melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan program pemerintah.

Dudung menjalani tugas sebagai KSP hingga kemudian kembali mendapat penugasan baru sebagai Menko Polkam.

Kini, Dudung kembali ke lingkaran pemerintahan dengan tanggung jawab di bidang politik dan keamanan. Ia menggantikan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam.

Sepanjang kariernya, Dudung telah menjalani sejumlah fase, mulai dari perwira TNI AD, Gubernur Akmil, Pangdam Jaya, Pangkostrad, hingga KSAD. Setelah pensiun, ia melanjutkan kiprah di pemerintahan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, KSP, dan kini Menko Polkam.

Dudung juga menerima sejumlah tanda kehormatan selama karier militernya, termasuk penghargaan dari dalam negeri maupun sejumlah negara lain, seperti Singapura, Kamboja, Filipina, dan Australia.