Profil Haedar Nashir, Ketum PP Muhammadiyah Periode 2022-2027

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti kembali menjadi Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti kembali menjadi Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Haedar Nashir kembali dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk periode 2022-2027. Penetapan Haedar sebagai Ketum dilakukan melalui musyawarah 13 Anggota PP Muhammadiyah 2022-2027.

Dalam musyawarah itu juga ditetapkan Abdul Mu'ti kembali menjabat sebagai Sekretaris Umum mereka.

Lantas, bagaimanakah sosok Haedar Nashir yang kini menjabat di periode kedua?

Penetapan Haedar Nashir dan Abdul Mu'ti senagai Ketum dan Sekum PP Muhammadiyah 2022-2027. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Cendekiawan muslim kelahiran Bandung, 25 Februari 1958 ini menempuh pendidikan Sarjana di STPMD Yogyakarta dengan mengambil Program Studi Ilmu Sosiatri.

Haedar muda melanjutkan pendidikannya ke tingkat S2/master di Prodi Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sementara untuk pendidikan S3, Haedar memilih prodi yang sama yakni Sosiologi di UGM.

Haedar pertama bergabung dengan organisasi Muhammadiyah sejak tahun 1983 dengan nomor anggota 545549. Saat itu, dia dipercaya untuk menduduki posisi Ketua I Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Lalu pada tahun 1985-1990, karier Haedar di Muhammadiyah makin mengkilap saat dipercaya menduduki posisi Ketua Departemen Kader PP Pemuda Muhammadiyah, hingga menjadi Ketua Badan Pendidikan Kader (BPK), dan Pembinaan Angkatan Muda Muhammadiyah.

Karier Haedar di Muhammadiyah pun terus meroket seiring intelektualitas dan keilmuannya yang makin mumpuni. Hal itu terbukti dari diamanahkannya posisi sebagai Sekretaris ketika Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) menjabat ketua umum PP Muhammadiyah. Setelahnya, Haedar pernah menjadi salah satu Ketua PP Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam Pembukaan Tanwir Muhammadiyah di UMS, Solo. Foto: Dok. PP Muhammadiyah

Puncaknya, pada Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Jumat, 7 Agustus 2015, Haedar Nashir memperoleh suara terbanyak 1.987 suara dan ditetapkan sebagai ketua umum berdasarkan musyawarah 13 orang.

Dalam pemilihan itu ada Yunahar Ilyas (alm) mendapat 1.928 suara, Abdul Mu'ti sebanyak 1.802 suara, Dahlan Rais sebanyak 1.827 suara, dan Busyro Muqoddas sebanyak 1.881 suara.

Di Muktamar Makassar Haedar ditetapkan sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020. Namun karena pandemi, muktamar mundur 2 tahun dan baru terlaksana saat ini di Solo.

Selain aktif di Muhammadiyah, Haedar juga tercatat sebagai Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ia dipercaya untuk mengajar di Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Yogyakarta.

Di samping itu, Haedar juga tergabung dalam sejumlah organisasi seperti Asosiasi Dosen Ilmu Pemerintahan Seluruh Indonesia (ADIPSI) sejak 2011 hingga sekarang; Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM) 2016-2021; serta ASPA sejak 2013 hingga sekarang.

13 Anggota PP Muhammadiyah 2022-2027. Foto: Dok. Muhammadiyah