Profil Hatta Rajasa, Eks Cawapres Prabowo yang Kini Jadi Wakil Ketua Wantimpres

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hatta Rajasa Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hatta Rajasa Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Presiden Prabowo melantik Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10). Hatta dilantik bersama dengan Pratikno yang menjabat sebagai Ketua.

Hatta merupakan politikus senior yang pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di pemerintahan, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hatta Rajasa lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 18 Desember 1953. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 4 Palembang sebelum melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Hatta merupakan lulusan Teknik Perminyakan ITB angkatan 1973.

Sebelum terjun ke dunia politik, Hatta mengawali karier profesionalnya di sektor swasta. Ia pernah bekerja sebagai teknisi lapangan di PT Bina Patra Jaya, wakil manajer teknis PT Meta Epsi, hingga menjabat Presiden Direktur Arthindo.

Karier politik Hatta dimulai pada Pemilu 1999. Saat itu, ia terpilih menjadi anggota DPR dan MPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan Bandung. Di parlemen, Hatta dipercaya menjadi Ketua Fraksi Reformasi dan pernah menjadi anggota Komisi VIII DPR RI.

Hatta kemudian mendapat kepercayaan masuk ke jajaran pemerintahan. Pada 2001-2004, ia menjabat Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam Kabinet Gotong Royong di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Calon presiden Indonesia Prabowo Subianto dan pasangannya Hatta Rajasa (Kiri) bersama Joko Widodo dan pasangannya Jusuf Kalla pada upacara di KPU pada 1 Juni 2014 di Jakarta menjelang kampanye pemilihan presiden. Foto: AFP / ROMEO GACAD

Kariernya berlanjut pada pemerintahan Presiden SBY. Hatta ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan pada 2004-2007, kemudian menjabat Menteri Sekretaris Negara pada 2007-2009. Pada 2009, ia dipercaya menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam Kabinet Indonesia Bersatu II dan menduduki jabatan tersebut hingga Mei 2014.

Di luar pemerintahan, Hatta juga aktif di PAN. Ia terpilih sebagai Ketua Umum DPP PAN periode 2010-2015, menggantikan Soetrisno Bachir. Selain itu, Hatta pernah menjabat Sekretaris Jenderal PAN dan menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan Institut Teknologi dan Sains Bandung.

Pada Pemilihan Presiden 2014, Hatta memutuskan mundur dari jabatan Menko Perekonomian untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden. Keduanya maju sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2014 (Pro-Hatta).

Sepanjang kariernya, Hatta juga menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Bintang Mahaputra Adipradana dari Pemerintah Republik Indonesia pada 2013, Public Policy Award dari Asia Society pada 2011, serta Charta Politica Award pada 2010. Ia juga meraih penghargaan Economic Booster of The Year dari Indonesia Property and Bank pada 2013.