Profil Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Turun dari Kapolri kini Jabat KSP

Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melepas jabatan sebagai Kapolri. Ia digantikan Komjen Suyudi Ario Seto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNN.
Meski begitu, Listyo tidak meninggalkan kabinet. Ia dilantik Presiden Prabowo menjadi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) pada Kamis (1/10).
Listyo sendiri memiliki sepak terjang panjang di institusi kepolisian. Pria kelahiran Laha, 5 Mei 1969, ini merupakan perwira Polri yang lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.
Secara akademik, ia lulus dari SMAN 8 Yogyakarta. Lalu, ia meraih gelar Magister Sains dari Universitas Indonesia pada tahun 2005.
Sepanjang kariernya, Listyo kerap menduduki jabatan penting. Ia pernah menjadi Kapolres Pati. Setelah itu, dia menduduki posisi Wakapolrestabes Semarang dan pernah menjadi Kapolresta Solo.
Pada tahun 2012, Listyo ke Jakarta untuk menjabat sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Sejak bulan Mei 2013, dirinya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara.
Lalu, ia pernah menjadi ajudan Presiden Joko Widodo. Ia kemudian menjabat Kepala Kepolisian Daerah Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, hingga Kabareskrim.
Ia pun mencapai puncak kariernya pada pada 27 Januari 2021. Listyo dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Kapolri. Kurang lebih, Ia menjabat Kapolri selama 5 tahun 8 bulan.
Punya Kekayaan 15,3 M
Di LHKPN tahun 2025, Listyo tercatat memiliki kekayaan total sebanyak Rp 15.344.596.369.
Ia tercatat memiliki 3 tanah dan bangunan yang tersebar di Semarang, Tangerang, dan Jakarta Timur dengan total nilai Rp 6.150.000.000.
Listyo melaporkan dua kendaraan, yakni dua Fortuner dengan nilai Rp 670.000.000.
Selain itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 1.195.000.000 serta kas dan setara kas senilai Rp 7.329.596.369.
