Profil Korban Air Keras Bekasi: Sakit Stroke, Aktivitas Cuma ke Musala Kompleks
·waktu baca 2 menit

Kasus penyiraman air keras terhadap Tri Wibowo (54 tahun) di Perumahan Bumisani Permai, Setiamekar, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga.
Sosok korban yang dikenal sebagai mantan buruh, penyintas stroke, dan tidak memiliki aktivitas selain beribadah ke musala membuat dugaan pelaku bertindak secara acak (random) mulai dipertanyakan.
Warga dan tetangga korban mengaku heran mengapa pria yang dikenal pendiam dan tidak memiliki konflik dengan siapa pun justru menjadi sasaran penyiraman air keras.
Selama dua tahun terakhir, korban diketahui tidak lagi bekerja setelah terserang stroke dan hanya beraktivitas di sekitar rumah serta rutin berjalan ke musala untuk salat berjamaah.
Ketua RT setempat, Jefi Samhadi, menuturkan bahwa korban merupakan sosok yang sederhana dan jarang berinteraksi di luar kegiatan ibadah.
“Dia itu orangnya pendiam, jarang keluar rumah. Paling aktivitasnya ke mushola saja. Untuk bicara saja sudah susah karena stroke. Makanya warga bingung, kenapa orang seperti itu bisa jadi korban,” ujarnya, Selasa (31/3).
Menurutnya, dugaan pelaku bertindak secara acak sulit diterima begitu saja. Sebab, dari rekaman CCTV dan keterangan warga, pelaku terlihat berputar-putar di sekitar lokasi dan seolah menunggu korban keluar rumah.
“Kalau dibilang random, kok pelaku seperti sudah mengintai. Dari CCTV terlihat mereka muter-muter, menunggu korban yang jalannya memang pelan karena stroke,” katanya.
Mau Salat Subuh
Peristiwa itu terjadi saat korban berjalan menuju Musala Al-Ikhlas usai azan subuh. Dua orang pelaku yang berboncengan sepeda motor tiba-tiba mendekat dan menyiramkan cairan keras ke tubuh korban, lalu melarikan diri.
Beberapa saksi menyebutkan pelaku sempat melewati warga lain yang juga hendak ke musala, namun tidak melakukan aksi apa pun. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban memang menjadi target tertentu.
“Beberapa warga juga lewat situ, tapi tidak disiram. Jadi pertanyaannya, kenapa harus dia?” kata salah seorang warga.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar serius, sementara kepolisian dari Polsek Tambun Selatan dan Polres Metro Bekasi terus memburu pelaku serta mendalami motif penyiraman.
