Profil Mayjen Dudung Abdurrachman, Pangdam Jaya yang Usulkan FPI Dibubarkan

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman hari ini, Jumat (20/11) menjadi buah bibir. Musababnya, dia mengusulkan pembubaran FPI, ormas pimpinan Habib Rizieq Syihab.
Dudung juga secara tegas mengungkapkan dirinyalah yang memerintahkan mencopot baliho dan spanduk Habib Rizieq yang dipasang sembarangan.
Lalu siapa sosok Dudung Abdurrachman?
Dudung lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 16 November 1965. Dudung merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988. Sebelum menjabat sebagai Pangdam Jaya, Dudung juga pernah menempati posisi sebagai Gubernur Akmil.
Dikutip dari beberapa sumber, sejak kecil Dudung memang sudah membulatkan tekad ingin menjadi seorang prajurit TNI. Ayahnya merupakan PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi. Karena sejak kecil tinggal di lingkungan tersebut membuatnya ingin menjadi seorang tentara.
Sebelum mendaftar di Akmil, Dudung lebih dulu menyelesaikan pendidikannya dari SD sampai SMA di Kota Bandung, sejak tahun 1972 hingga 1985.
Dudung sempat membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai loper koran. Saat itu dia masih duduk di bangku SMA. Pekerjaan itu dilakukan sebelum berangkat sekolah.
Karier Dudung di TNI moncer. Terakhir, dia dipercaya menjadi Pangdam Jaya menggantikan Letjen TNI Eko Margiono yang kini menjabat sebagai Pangkostrad.
Sejumlah kasus langsung menyambut Dudung di awal kepemimpinannya. Misalnya, penyerangan Polsek Ciracas, demo ricuh Omnibus Law, hingga kerumunan saat kepulangan hingga pernikahan Habib Rizieq.
Kini, Dudung kembali muncul dengan pernyataan yang menohok. Mengusulkan pembubaran FPI.
"Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Kalau coba-coba dengan TNI, mari," ujar Dudung usai memimpin apel siaga Kodam Jaya di Monas, Jakarta, Jumat (20/11).
Berikut sederet jabatan di TNI yang pernah dijabat Dudung:
Dandim 0406/Musi Rawas
Dandim 0418/Palembang
Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010-2011)
Danrindam II/Sriwijaya (2011)
Dandenma Mabes TNI
Wagub Akmil (2015-2016)
Staf Khusus Kasad (2016-2017)
Waaster Kasad[4] (2017-2018)
Gubernur Akmil (2018-2020)
Pangdam Jaya (2020-sekarang)

