Profil Melki Ketua BEM UI yang Dinonaktifkan Atas Dugaan Kekerasan Seksual
·waktu baca 3 menit

Melki Sedek Huang diterpa isu kekerasan seksual di Universitas Indonesia. Dugaan itu membuat dia dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
Mahasiswa berusia 23 tahun itu telah membantah dugaan kekerasan seksual yang dituduhkan kepadanya. Ia bahkan tidak tahu ada masalah tersebut.
"Saya pun penasaran (kasusnya). Jadi enggak ada sama sekali, saya enggak dapat (surat) pemanggilan sama sekali, saya bahkan sama sekali enggak tahu kronologinya sama sekali," ujar Melki, Selasa (19/12).
"Jadi itu diviralkan di Twitter tanpa saya tahu saya melakukan apa. Suratnya enggak bisa di-share, karena internal. Yang di Twitter itu menyalahi aturan," kata Melki.
Meski begitu ia menyerahkan masalah itu ke tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual UI yang mengusut kasusnya. Ia siap mengikuti prosesnya dan membuktikan tidak pernah melakukan kekerasan seksual itu.
Lantas siapa Melki Sedek Huang?
Melki merupakan mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2019. Ia menapaki karier aktivisnya dengan menjadi staf BEM FH UI di Departemen Kajian dan Aksi Ppropaganda. Ia dua tahun berada di sana.
"Salah satu concern BEM FH UI yang paling utama itu kekerasan seksual dalam kampus. Itu juga soal Permendikbud PPKS," kata Melki pada 5 September 2023.
Melki lalu mencalonkan diri sebagai Ketua BEM UI 2023 bersama wakilnya, Shifa Anindya Hartono, mahasiswi FMIPA 2019. Mereka terpilih dalam pencalonan tersebut.
Selama menjabat Ketua BEM UI, Melki terkenal kritis. Namanya ramai dibicarakan saat BEM UI mengeluarkan meme tikus DPR dan viral.
Gara-gara meme itu ia mengaku pernah dipanggil PDIP untuk memberikan penjelasan. Menurutnya, Puan merasa terhina dengan meme yang dibuatnya.
"Karena kami tidak merasa menghina, seharusnya PDIP yang datang ke UI, masa UI ke PDIP, karena PDIP yang butuh, tapi akhirnya PDIP tak mau datang ke UI," jelasnya.
Melki juga mengaku pernah mendapat teror hingga ancaman dibunuh usai mengkritisi Jokowi. Teror itu masuk ke media sosialnya.
Nama Melki juga pernah disinggung capres Ganjar Pranowo saat debat capres pertama di kantor KPU RI, Selasa (12/12). Saat itu dia bicara soal dugaan tekanan hukum yang dilakukan oleh penguasa.
"Tapi Bapak Ibu, saya mendengar ketika demokrasi harus berjalan dan kita jaga bersama ada Ibu Shinta yang ketika menyampaikan pendapat harus berurusan dengan aparat keamanan, ada Melki, ketua BEM yang kemudian ibunya harus diperiksa," ujar Ganjar.
Belum lama ini Melki juga ikut turun dalam demo di Yogyakarta yang mengkritisi politik dinasti.
Melki juga ikut demo depan Kantor Wali Kota Solo sekaligus cawapres nomor urut 02, Gibran Rakabuming Raka, Senin (18/12). Demo itu untuk menyampaikan sikap kontra terhadap putusan MK yang meloloskan Gibran sebagai cawapres.
“Hari ini kita tidak kontra dengan salah satu paslon. Kita kontra dengan pelemahan konstitusi, kita kontra dengan kelemahan demokrasi. Sudah ada keputusan MKMK yang semuanya hakim MK cacat etik,” kata Melki.
