Profil Mochtar Kusumaatmadja: Pencetus Wawasan Nusantara, Resmi Jadi Pahlawan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto Mochtar Kusumaatmaja saat penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto Mochtar Kusumaatmaja saat penganugerahan gelar Pahlawan Nasional 2025 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Presiden Prabowo Subianto resmi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Mochtar Kusumaatmadja di Istana Negara, Senin (11/10). Mochtar selama ini dikenal sebagai eks Menteri Luar Negeri di era kepemimpinan Soeharto.

Berikut adalah sekilas profil Mochtar.

Latar Belakang dan Pendidikan

Mochtar lahir pada 17 Februari 1929 di Jakarta. Ia memperoleh gelar Sarjana Muda dari Fakultas Sosial Ekonomi Politik Universitas Nasional Jakarta pada 1953. Ia kemudian mengambil S1 dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 1955.

Setelah lulus, ia melanjutkan kuliah magisternya di Sekolah Tinggi Hukum Yale (Yale University), Amerika Serikat. Setelah pulang ke Indonesia, ia menempuh pendidikan doktoral di bidang Ilmu Hukum Internasional di Universitas Padjadjaran, Bandung. Mocthar sempat kuliah S3 di Universitas Chicago.

Pada 1958, ia melanjutkan kuliah S2 di Sekolah Tinggi Hukum Yale (Universitas Yale) AS. Setelah itu, ia pulang ke Indonesia dan menempuh program doktor (S3) bidang Ilmu Hukum Internasional di Universitas Padjadjaran pada 1962 dan sempat kembali ke AS untuk kuliah S3 di Universitas Chicago.

Pemikiran

Masterpiece pemikiran Mochtar pun dikenal sebagai Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unpad yang berbunyi 'Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional'. Ia mendapat tanda jasa dari Unpad berupa B. Mahuputra Utama dan B. Mahaputra Adipradana.

Sebelum menjabat sebagai menteri, Mochtar mewakili Indonesia pada Konperensi Hukum Laut, Jenewa, Colombo, dan Tokyo ada 1958-1961. Beberapa karya tulisnya juga telah mengilhami lahirnya Undang-Undang Landas Kontinen Indonesia pada 1970.

Di sisi lain, ia juga mendirikan kantor hukum bernama Mochtar Karuwin Komar, yakni kantor hukum pertama yang memperkerjakan pengacara asing.

Mochtar merupakan pencetus konsep Wawasan Nusantara. Karena gagasannya itulah, Indonesia akhirnya bisa tersatukan oleh laut menjadi negara kepulauan (archipelagic state) melalui Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982.

Mochtar Kusumaatmadja. Foto: Dok. Unpad

Jejak di pemerintahan

Di masa pemerintahan Suharto, Mochtar pernah menjabat sejumlah posisi menteri. Ia menjabat sebagai Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II pada 1973-1978. Lalu, ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri Kabinet Pembangunan III dan IV pada 1978-1983 dan 1983-1988.

Meski kerap dipercaya sebagai menteri, ia tak segan untuk mengkritik pemerintah, salah satunya adalah Manifesto Politik Soekarno. Akibat kritikan tersebut, ia dipecat dari jabatan Guru Basar di Unpad. Pemecatan itu disampaikan oleh Soeharto melalui Telegram dari Jepang.

Selain sibuk dengan urusan pemerintahan, Mochtar gemar bermain catur. Bahkan, ia dipilih sebagai Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pada 1985.

Mochtar meninggal dunia di usia 92 tahun pada 6 Juni 2021.