Profil Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei yang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran, Iran, pada 1 Oktober 2024. Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran, Iran, pada 1 Oktober 2024. Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA/via REUTERS

Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, telah ditunjuk untuk menggantikan ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam yang baru.

Khamenei muda diangkat sebagai pemimpin tertinggi oleh badan ulama tertinggi, Majelis Pakar, dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan tak lama setelah tengah malam pada hari Senin (9/3) di Iran.

Para kandidat lain untuk posisi puncak tersebut termasuk Alireza Arafi, salah satu dari tiga anggota dewan sementara yang menjalankan negara, Mohsen Araki, dan bahkan Hassan Khomeini, cucu pendiri Republik Islam pada tahun 1979.

Namun pada akhirnya majelis memilih Mojtaba Khamenei yang kini berusia 56 tahun. Siapa Mojtaba?

Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran, Iran, pada 1 Oktober 2024. Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA/via REUTERS

Dikutip dari AFP, Mojtaba lahir pada 8 September 1969, di kota Mashhad di Iran timur. Mojtaba Khamenei adalah salah satu dari enam anak mendiang pemimpin tertinggi.

Ayatollah Ali Khamenei tewas pada usia 86 tahun lebih dari seminggu yang lalu di Teheran selama gelombang pertama serangan udara AS-Israel yang memicu perang di Timur Tengah.

Karena sikapnya yang tertutup dalam upacara resmi dan di media, pengaruh sebenarnya Mojtaba Khamenei telah menjadi subjek spekulasi intens selama bertahun-tahun di kalangan penduduk Iran serta di kalangan diplomatik.

Sebuah foto pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, ditampilkan di layar di Teheran, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, 9 Maret 2026. Foto: Majid Asgaripour/WANA via Reuters

Ia adalah satu-satunya anak mantan pemimpin tertinggi yang memegang posisi publik, meskipun tidak memiliki jabatan resmi.

Ulama tersebut, yang memiliki janggut beruban dan sorban hitam khas "seyyed", keturunan Nabi Muhammad, telah digambarkan oleh beberapa pihak sebagai sosok yang bertindak di balik layar untuk mengendalikan pusat kekuasaan di Iran.

Ia dianggap dekat dengan kaum konservatif, terutama karena hubungannya dengan Garda Revolusi, sayap ideologis militer republik Islam.

Hubungan itu berawal dari masa baktinya di unit tempur pada akhir perang antara Irak dan Iran yang berlangsung dari tahun 1980 hingga 1988.