Profil Muhammad Kholid, Sekjen PKS Periode 2025-2030

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jubir Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. Foto: Amrizal Papua/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jubir Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid. Foto: Amrizal Papua/kumparan

Presiden PKS periode 2025-2030, Al Muzammil Yusuf, menunjuk Muhammad Kholid sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS selama masa kepemimpinannya periode 2025-2030.

“Presiden Partai mendapatkan mandat dari Musyawarah ke-1 Majelis Syuro untuk memilih dan menetapkan Sekretaris Jenderal dan Bendara Umum DPP PKS sebagaimana ketentuan ADRT Partai,” ujar Muzammil di kantor DPTP PKS, Jakarta Selatan.

Sementara, yang menjadi Bendahara Umum adalah Noer Hadi. Keduanya akan mendampingi Muzammil selama 5 tahun.

Lantas, siapa kah sosok Muhammad Kholid, Sekjen baru PKS?

Profil Muhammad Kholid

Muhammad Kholid dikenal sebagai kader muda di jajaran DPP PKS. Ia lahir di Jember, 26 Maret 1986 atau berusia 39 tahun.

Dihimpun dari berbagai sumber, Kholid menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Lalu, ia mengambil S2 Hubungan Internasional di kampus berjaket kuning itu juga.

Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid. Foto: Dok. Pribadi

Selama berkuliah S1, Kholid aktif di dalam organisasi. Ia tercatat sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi (FE) UI 2009-2010. Sebelumnya, di BEM FE UI, ia menjabat Ketua Departemen Kajian Strategis tahun 2008-2009. Ia juga pernah menjadi anggota DPM UI tahun 2006-2007.

Kholid lulus sarjana di UI pada tahun 2011 dengan predikat lulusan terbaik kategori aktivis.

Di tahun 2011 itu pula ia menjadi Tenaga Ahli DPR RI Fraksi PKS. Ia berkarier sebagai tenaga ahli di berbagai komisi sampai tahun 2024.

Lalu, ia pun maju mencalonkan dirinya di Pemilihan Legislatif 2024. Ia menang di Dapil Jawa Barat VI (Kota Depok dan Kota Bekasi) dengan perolehan 107.251 suara. Kini, ia duduk di kursi anggota Komisi XI DPR RI. Selain di Komisi XI, Kholid juga aktif di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI.

Di partai, sebelum ditunjuk menjadi Sekjen, ia sempat menjabat beberapa posisi. Awalnya, ia adalah Staf Khusus Presiden PKS tahun 2015-2025. Lalu, ia menjabat Juru Bicara DPP PKS dari 2019 hingga kini.

Ia juga pernah menjadi juru bicara untuk dua paslon pilpres di dua pemilu yang berbeda. Pada tahun 2019 ia merupakan juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Lalu, di tahun 2024, ia merupakan juru bicara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Di luar karier politik, Kholid juga sempat aktif di RETAS, sebuah lembaga kajian kebijakan dan demokrasi yang berfokus pada riset strategis dan advokasi kebijakan publik. Di sana, ia menjabat sebagai direktur dari tahun 2020-2024.