Profil Putri Ba, Anak Raja Thailand yang Wafat Setelah Tiga Tahun Koma
ยทwaktu baca 3 menit

Kerajaan Thailand berduka setelah Putri Bajrakitiyabha Narendira Debyavati meninggal dunia pada usia 47 tahun. Kabar wafatnya putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn itu diumumkan oleh Istana Kerajaan Thailand pada Jumat (12/6).
Bajrakitiyabha meninggal pada Kamis malam (11/6) setelah kondisinya terus memburuk akibat sejumlah komplikasi kesehatan. Menurut pernyataan resmi istana, ia mengalami infeksi dalam rongga perut, radang usus besar (kolitis), tekanan darah rendah, gangguan irama jantung, hingga gangguan pembekuan darah.
Sebelum wafat, Bajrakitiyabha menjalani perawatan intensif selama lebih dari tiga tahun setelah tiba-tiba pingsan pada Desember 2022 akibat gangguan jantung saat melakukan kunjungan ke Provinsi Nakhon Ratchasima di timur laut Thailand.
Ia kemudian diterbangkan dengan helikopter ke Bangkok dan dirawat di Rumah Sakit Chulalongkorn.
Lahir dari Pernikahan Pertama Raja Thailand
Putri Bajrakitiyabha lahir pada 7 Desember 1978. Ia merupakan putri tunggal dari pernikahan pertama Raja Maha Vajiralongkorn dengan Ratu Soamsawali.
Di Thailand, ia dikenal luas dengan panggilan Putri Pa atau Putri Ba. Sebagai putri sulung raja, Bajrakitiyabha menjadi salah satu anggota keluarga kerajaan yang paling aktif menjalankan tugas-tugas publik.
Ia juga termasuk salah satu dari sedikit anggota keluarga kerajaan yang memiliki gelar resmi dan berada dalam garis suksesi takhta Kerajaan Thailand berdasarkan konstitusi negara tersebut.
Berkarier sebagai Jaksa dan Diplomat
Bajrakitiyabha menempuh pendidikan hukum dan meraih gelar magister serta doktor hukum dari Cornell University di Amerika Serikat.
Setelah menyelesaikan pendidikan, ia berkarier sebagai jaksa di Kantor Kejaksaan Agung Thailand pada 2006 hingga 2011. Pengalamannya di bidang hukum membuatnya dikenal sebagai salah satu figur kerajaan yang aktif memperjuangkan isu keadilan dan hak asasi manusia.
Pada 2012 hingga 2014, Bajrakitiyabha ditunjuk sebagai Duta Besar Thailand untuk Austria merangkap Slovenia dan Slovakia.
Usai menjalankan tugas diplomatik, ia kembali ke Thailand dan melanjutkan pekerjaannya di lingkungan Kejaksaan Agung.
Dalam sebuah kunjungan ke almamaternya pada 2012, Bajrakitiyabha pernah menggambarkan dirinya sebagai sosok "hibrida" karena memiliki pengalaman sebagai jaksa, pengacara pidana, sekaligus diplomat.
Fokus pada Hak Perempuan dan Narapidana
Selain karier hukum dan diplomatik, Bajrakitiyabha dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan organisasi yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan narapidana perempuan, terutama mereka yang sedang hamil atau memiliki anak.
Ia juga terlibat dalam berbagai program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menjadi advokat bagi hak-hak perempuan.
Pada 2017, Komisi PBB untuk Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana menunjuknya sebagai Duta Kehormatan untuk Promosi Supremasi Hukum di Asia Tenggara.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyebut Bajrakitiyabha sebagai sosok yang dicintai dan dihormati masyarakat karena dedikasinya dalam memperjuangkan keadilan, kesetaraan, martabat manusia, dan hak-hak sosial.
Bergabung dengan Militer
Pada 2021, Bajrakitiyabha berpindah tugas ke lingkungan militer. Ia memperoleh pangkat jenderal dan menjabat sebagai kepala staf dalam Royal Security Command, satuan yang bertugas menjaga keamanan keluarga kerajaan Thailand.
Penunjukan itu semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan yang dekat dengan Raja Vajiralongkorn.
Wafat Setelah Lebih dari Tiga Tahun Dirawat
Kondisi kesehatan Bajrakitiyabha terus menjadi perhatian publik Thailand sejak ia kolaps pada akhir 2022. Dalam pembaruan terakhir yang dirilis istana pada Mei lalu, fungsi paru-paru dan ginjalnya disebut hanya dapat dipertahankan dengan bantuan alat medis serta obat-obatan.
Setelah lebih dari tiga tahun menjalani perawatan intensif, Putri Bajrakitiyabha akhirnya wafat pada 12 Juni 2026 dalam usia 47 tahun.
Jenazahnya akan disemayamkan di Grand Palace, Bangkok, dan prosesi pemakaman kerajaan akan digelar dengan penghormatan tertinggi sesuai tradisi monarki Thailand.
Pemerintah Thailand juga mengumumkan masa berkabung nasional dan pengibaran bendera setengah tiang selama 15 hari.
