Profil Rahayu Saraswati, Politikus Gerindra yang Mundur dari DPR
·waktu baca 3 menit

Wakil Ketua DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengundurkan diri dari DPR RI pada Rabu (10/9). Wanita yang menjabat Wakil Ketua Komisi VII itu merasa perkataannya di sebuah podcast telah menyakiti hati masyarakat Indonesia.
“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada fraksi Partai Gerindra. Saya berharap masih dapat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan yang merupakan produk legislasi kami di Komisi VII,” ucap Sara dalam video di akun Instagramnya, Rabu (10/9).
Sosok Rahayu Saraswati dikenal sebagai sosok yang kerap menyuarakan isu perempuan, anak muda, hingga perdagangan manusia. Selain itu, ia dikenal sebagai keponakan dari Presiden Prabowo Subianto.
Berikut adalah profil singkat Rahayu Saraswati:
Sara lahir pada 27 Januari 1986. Ia merupakan anak dari Hashim Djojohadikusumo— adik Prabowo —dan Anie Hashim Djojohadikusumo.
Sara telah mengemban pendidikan di luar negeri sejak bangku SMP. Ia pernah sekolah di Singapura, yakni United World College of South East Asia (UWCSEA). Namun, ia tak lulus di sana.
Setelah beberapa bulan bersekolah di UCWSEA, ia ikut ayahnya pindah ke Swiss. Ia bersekolah di College du Leman International School hingga lulus SMA.
Usai lulus SMA pada tahun 2003, Sara lanjut berkuliah di University of Virginia Amerika Serikat dengan studi di bidang seni drama. Minatnya di bidang drama tak hanya ia pelajari di perkuliahan. Sara juga mengikuti International School of Screen Acting di London.
Sara lalu melanjutkan pendidikan tingkat tingginya di Purdue University Global dan mendapatkan gelar Bachelor of Science pada tahun 2021.
Sebelum menjadi politisi, Sara awalnya fokus di bidang akting. Ia memulai debutnya di trilogi film “Merah Putih” dari tahun 2009-2011.
Selain di dunia layar lebar, Sara melebarkan sayapnya ke dunia layar kaca. Sara pernah menjadi presenter di acara “Talk Indonesia” dan “Hot Indonesia”.
Tak lama berkecimpung di dunia hiburan, Sara bergabung dengan Partai Gerindra pada tahun 2013. Ia pun kemudian mencalonkan diri di pemilu legislatif 2014 dan terpilih dari Dapil IV yang mencakup Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri.
Selain di DPR RI, Sara kini mengemban jabatan tinggi di DPP Gerindra. Ia dipercaya Prabowo sebagai Wakil Ketua Umum.
Selain di dunia hiburan dan politik, Sara juga dikenal sebagai aktivis yang aktif menyuarakan isu perdagangan manusia. Ia tercatat sebagai Ketua Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang hingga hari ini.
Sara juga merupakan seorang ibu. Ia menikah dengan Harwendro Adityo Dewanto pada tahun 2014 dan memiliki dua orang anak.
Di LHKPN 2024, Sara tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 34.472.155.947. Ia melaporkan 11 tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Bandung, Kebumen, Bekasi, hingga Wonogiri.
Selain itu, ia melaporkan kepemilikan 4 buah mobil, dari Toyota Vellfire, Toyota Alphard, Toyota Land Cruiser, hingga Toyota Fortuner.
