Profil Ryamizard Ryacudu, Eks Menhan Era Jokowi yang Tutup Usia Hari Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu membuka acara peresmian Tugu Persahabatan Indonesia-Kamboja bertempat di Kamphong Thom, Sabtu (13/7). Foto: Dok. Kemenhan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu membuka acara peresmian Tugu Persahabatan Indonesia-Kamboja bertempat di Kamphong Thom, Sabtu (13/7). Foto: Dok. Kemenhan

Menteri Pertahanan (Menhan) periode 2014-2019, Ryamizard Ryacudu, tutup usia pada Minggu (31/5) sekitar pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Ryamizard meninggal pada usia 76 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam pesan singkat.

“Benar, kami mendapat informasi berita duka cita, bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini,” tulis Brigjen Rico dalam keterangan yang diterima kumparan, Minggu (31/5).

Rico mengatakan, saat ini jenazah Ryamizard masih berada di rumah sakit. Adapun terkait proses pemakaman, pihak keluarga masih akan menentukan lebih lanjut.

Profil Ryamizard Ryacudu

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu melakukan rapat gabungan terkait kondisi Papua terkini bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (5/9). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Ryamizard lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Dia menikah dengan Nora Tristyana, putri dari Wapres ke-6 RI, Try Sutrisno, dan memiliki 3 orang anak.

Ryamizard merupakan purnawirawan jenderal. Kariernya di militer dimulai pada 1974 ketika bergabung pada Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

Ia kemudian melanjutkan pendidikan Sekolah Khusus Calon Perwira dari tahun 1985 hingga 1986. Lima tahun kemudian, dia mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada tahun 1991.

Namanya mulai dikenal publik setelah menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya, kemudian berlanjut menjadi Pangdam Jayakarta. Saat menjabat Pangdam Jayakarta, Ryamizard menghadapi potensi gangguan keamanan karena adanya gesekan elite nasional pada era Presiden Gus Dur.

Menteri pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberi sambutan di acara peringatan Pancasila. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Selepas dari Kodam Jayakarta, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad menggantikan Letjen TNI Agus Wirahadikusumah. Setelah itu, ia mendapat promosi dan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Ia pernah dicalonkan di akhir masa jabatan presiden Megawati sebagai Panglima TNI. Namun pada saat pergantian presiden dari Megawati ke SBY namanya dianulir, nama Marsekal Djoko Suyanto-lah yang akhirnya dipilih sebagai Panglima TNI pada 2006.

Pada Pilpres 2014, Ryamizard mulai masuk ke dunia politik. Dia menyatakan dukungan terhadap pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Setelah Jokowi-JK terpilih, ia akhirnya ditunjuk menjadi Menteri Pertahanan. Jabatan itu diembannya dari 27 Oktober 2014 hingga 20 Oktober 2019.