Profil Sekda DKI Saefullah: Birokrat dari Cilincing, Jadi Sekda 4 Gubernur

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekda DKI Jakarta Saefullah memberikan sambutan saat peluncuruan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2021 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/1).  Foto: Dok. Humas Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Sekda DKI Jakarta Saefullah memberikan sambutan saat peluncuruan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2021 di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/1). Foto: Dok. Humas Pemprov DKI Jakarta

Sekda DKI Saefullah meninggal dunia pada usia 56 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, setelah dirawat intensif karena virus corona.

Sebelumnya pada Sabtu (12/9), Gubernur DKI Anies Baswedan mengkonfirmasi Saefullah terpapar virus corona tanpa gejala dan berharap agar Saefullah segera pulih.

Saefullah merupakan tokoh senior di Pemprov DKI. Pria kelahiran Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, 11 Februari 1964, ini mengawali kariernya sebagai PNS di Pemprov DKI.

Saefullah mengawali kariernya sebagai pegawai biasa dengan golongan 2A dan mendaftar dengan ijazah SMA pada tahun 1984. Ia pun sempat menjadi guru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, melantik 2.650 pejabat Eselon III dan Eselon IV DKI Jakarta. Foto: Dok. Humas Pemprov DKI

Sesudahnya, Saefullah mengenyam pendidikan S1 di IKIP Muhammadiyah Jakarta pada tahun 1988. Ia kemudian melanjutkan S2 di Universitas Negeri Jakarta dan lulus pada tahun 2000, lalu lanjut S3 tahun 2009 di Universitas Padjadjaran Bandung.

Kariernya di Pemprov DKI dimulai ketika dia mendapatkan kepercayaan menjadi Kepala Sudin Pendidikan Dasar Jakarta Barat tahun 2003-2004. Setelahnya, dia diangkat menjadi Kepala Subdinas SLTP tahun 2004-2008.

Kariernya semakin moncer ketika ditunjuk menjadi Wakil Kepala Dinas Pendidikan Dasar pada 2008, lalu ditunjuk menjadi Wali Kota Jakarta Pusat pada 2008-2014.

Karier Saefullah kian menanjak ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta selama Jokowi cuti terkait Pilpres 2014, melantiknya sebagai Sekda DKI pada 11 Juli 2014.

Sebelumnya, Sekda DKI Jakarta sempat kosong 1,5 tahun.

Masa kerja Saefullah pun berlanjut ketika Ahok diangkat menjadi gubernur meneruskan Jokowi yang terpilih sebagai presiden. Pun ketika Djarot Saiful Hidayat naik menjadi gubernur menggantikan Ahok yang terjerat kasus hukum.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah saat menjawab pertanyaan awak media. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Ketika Anies Baswedan resmi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tahun 2017, Saefullah tetap duduk sebagai Sekda. Menurut Anies, kinerja Saefullah memuaskan.

"Sejauh ini beliau menjalankan tugasnya dengan baik. Insyaallah roda pelayanan untuk masyarakat, kegiatan kolaborasi dengan masyarakat bisa berjalan terus dengan baik," kata Anies pada 21 Juli 2019.

Kabar pria yang kerap disapa Bang Ipul itu terpapar corona cukup mengagetkan. Dia positif bersama dengan sejumlah pejabat DKI Jakarta lainnya.

Kondisi awal yang merupakan OTG rupanya memburuk. Saefullah lalu dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto pada 14 September 2020. Dua hari kemudian, kabar duka muncul. Corona merenggut nyawa Saefullah pukul 12.55 WIB hari ini.

Selamat jalan, Pak Sekda.

embed from external kumparan