Profil Triyono Martanto, Calon Hakim Agung yang Punya Harta Rp 51 Miliar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon Hakim Agung, Triyono Martanto. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Calon Hakim Agung, Triyono Martanto. Foto: Dok. Istimewa

Calon Hakim Agung Triyono Martanto menjadi sorotan karena harta kekayaannya yang fantastis. Total nilai kekayaannya mencapai Rp 51 miliar berdasarkan laporan LHKPN tahun periodik 2021.

Sorotan soal harta kekayaan Martanto itu kemudian merembet ke pengakuannya mendapat warisan dari orang tuanya. Dia mengaku pernah mendapatkan warisan orang tua hingga Rp 100 miliar.

Pengakuan itu ia sampaikan dalam sesi wawancara terbuka oleh Komisi Yudisial, 25 April 2022, yang videonya masih dapat disaksikan hingga sekarang.

"Apakah aset yang ditinggalkan lebih dari Rp 100 miliar?" kata Komisioner KY Sukma Violetta mewawancarai Triyono.

"Ya, untuk cash, ya," kata Triyono.

Lantas, siapa Triyono Martanto?

Pria kelahiran Tegal, 5 Maret 1969, itu adalah seorang Hakim Pengadilan Pajak. Sebelum menjadi hakim, dia menjabat sebagai Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan, Direktorat Jenderal Pajak.

Martanto kemudian diangkat menjadi Hakim Pengadilan Pajak pada 20 Maret 2015. Lalu diangkat lagi menjadi Wakil Ketua II Pengadilan Pajak Bidang Yudisial berdasarkan Keputusan Presiden Joko Widodo nomor 30/P Tahun 2022 tanggal 17 Maret 2022.

Saat ini, Martanto akan menjalani Fit & Proper Test Calon Hakim Agung di Dewan Perwakilan Rakyat pada 28 Maret 2023. Ia belum berkomentar soal sorotan hartanya yang senilai Rp 51 miliar.

Merujuk pelaporan LHKPN KPK, ia tercatat 10 kali melaporkan harta kekayaannya. Mulai dari 2008 hingga periodik 2021.

Berikut pertumbuhan harta kekayaannya:

  • 20 Agustus 2008: Rp 1.274.259.037

  • 9 April 2010: Rp 1.753.695.916

  • 21 Juni 2011: Rp 2.251.069.948

  • 14 Agustus 2013: Rp 2.740.608.582

  • 7 Oktober 2016: Rp 4.733.482.219

  • 31 Desember 2017: Rp 8.324.034.344

  • 31 Desember 2018: Rp 8.894.473.918

  • 31 Desember 2019: Rp 9.116.022.717

  • 31 Desember 2020: Rp 19.806.171.625

  • 31 Desember 2021: Rp 51.202.526.173