Program 'Indonesia Berdaya' Diluncurkan, Target Turunkan Kemiskinan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kolaborasi 'Indonesia Berdaya' memberikan santunan kepada para anak yatim di Masjid Istiqlal, Kamis (12/2). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kolaborasi 'Indonesia Berdaya' memberikan santunan kepada para anak yatim di Masjid Istiqlal, Kamis (12/2). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Ratusan lembaga filantropi meluncurkan suatu program kolaborasi bernama 'Indonesia Berdaya' di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Kamis (12/2). Agenda ini merupakan wujud dari wadah antar filantropi yang bernama Multi-stakeholder Forum dan telah bergerak bersama selama satu tahun terakhir.

Pemerintah turut mendukung dan menaungi agenda kolaborasi ini melalui Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Agama. Kerja sama antara lembaga filantropi dengan pemerintah ini bertujuan untuk menurunkan kemiskinan di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Nunung Nuryartono, mengatakan target dari agenda kolaborasi ini adalah untuk mendukung target pemerintah menurunkan kemiskinan ekstrem hingga 0% pada 2026.

"Target pemerintah untuk bisa menurunkan angka kemiskinan 5% di 2029 dan 0% kemiskinan ekstrem di tahun 2026 harus bisa kita lakukan," ujar Nunung.

Pemberian dana sebesar 4,1 M dari kolaborasi 'Indonesia Berdaya' untuk pemulihan pasca-bencana di Sumatera saat peluncurannya di Masjid Istiqlal, Kamis (12/2). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Nunung menjelaskan sasaran masyarakat yang akan didasarkan oleh program agenda Indonesia Berdaya mengacu pada data kemiskinan ekstrem di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTESN).

"Pemerintah sudah memiliki DTSEN. Data inilah yang akan menjadi rujukan karena di situ kita tahu kantong-kantongnya," kata Nunung.

Menurut Ketua Umum Forum Zakat, Wildhan Dewayana tindakan konkret akan dirumuskan setelah bulan puasa tiba. Wildhan menjelaskan koordinasi dan eksekusi program dari agenda kolaborasi ini akan melalui berbagai tahapan.

"Bagaimana kemudian kita menguatkan desain program, kemudian membagi pekerjaan kepada seluruh pegiat filantropi yang ada, termasuk lembaga zakat, dan kemudian mengeksekusi itu dengan proses monitoring yang kemudian akan kita lakukan bersama-sama," ungkap Wildhan.

"Kita lakukan terus sejak tahun yang lalu dan terus akan kita lanjutkan. Sekarang kita sudah masuk ke level operasinya gitu ya, level eksekusinya," sambungnya.

Adapun upaya yang telah dilakukan saat peluncuran dilakukan di Masjid Istiqlal adalah memberi bantuan dana sebesar 4,1 M untuk pemulihan pasca bencana Sumatera. Selain itu, terdapat bantuan program kewirausahaan untuk disabilitas dan pemberian santunan bagi anak yatim.