Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rasakan manfaat JKN, warga Bekasi ini terbantu biaya operasi kista ganglion berkat prosedur yang mudah dan pelayanan yang memuaskan. Foto: Dok. BPJS Kesehatan
zoom-in-whitePerbesar
Rasakan manfaat JKN, warga Bekasi ini terbantu biaya operasi kista ganglion berkat prosedur yang mudah dan pelayanan yang memuaskan. Foto: Dok. BPJS Kesehatan

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas. Salah satu peserta yang merasakan manfaat tersebut adalah Dede Fidiyati (58), warga Kota Bekasi, yang harus menjalani operasi akibat kista ganglion atau kista sinovial yang tumbuh pada pergelangan tangannya.

Saat ditemui pada Rabu (03/06), ia menceritakan awalnya ia hanya merasakan adanya benjolan kecil pada bagian pergelangan tangan kanan. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, ia sempat mengabaikannya. Namun seiring berjalannya waktu, ukuran benjolan tersebut semakin membesar dan mulai mengganggu aktivitasnya sehari-hari, terutama saat bekerja dan mengangkat barang yang berat.

"Saya pertama kali menyadari ada benjolan kecil di pergelangan tangan sekitar satu tahun lalu. Awalnya tidak terasa sakit, tetapi lama-kelamaan ukurannya bertambah besar, tidak nyaman dan rasanya mulai sakit kalau saya angkat-angkat barang atau melakukan aktivitas lain. Waktu tahu ada benjolan mah saya tidak terlalu mikirin tapi lama-lama khawatir juga, jadi saya memutuskan periksa ke klinik tempat saya terdaftar," ujar Dede.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Dede mendapatkan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan dokter spesialis, diketahui bahwa benjolan tersebut merupakan kista ganglion yang memerlukan tindakan operasi untuk mencegah gangguan fungsi tangan yang lebih berat.

"Prosesnya sangat mudah. Setelah diperiksa di klinik, saya dirujuk ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan dari dokter spesialis. Semua prosedur berjalan sesuai alur dan saya tidak mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan," katanya.

Dede mengaku sempat merasa khawatir ketika dokter menyarankan tindakan operasi. Selain memikirkan kondisi kesehatannya, ia juga memikirkan biaya pengobatan yang harus dikeluarkan. Namun kekhawatiran tersebut berkurang setelah mengetahui bahwa seluruh pelayanan yang dibutuhkan ditanggung melalui Program JKN sesuai indikasi medis.

"Saya bersyukur menjadi peserta JKN. Ketika dokter menjelaskan bahwa saya harus menjalani operasi, saya langsung memikirkan biaya yang harus saya bayar, kan kalau mau dioperasi banyak yang harus diperiksa. Namun ternyata semua prosesnya, mulai dari pemeriksaan, konsultasi dokter spesialis, hingga operasi dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan sesuai prosedur yang berlaku. Alhamdulillah saya bersyukur karena ini sangat membantu saya," ungkapnya.

Operasi pun berjalan dengan lancar. Setelah menjalani masa pemulihan dan kontrol rutin pasca operasi, kondisi Dede kini semakin membaik. Benjolan yang sebelumnya mengganggu aktivitas sudah tidak ada lagi dan fungsi tangannya kembali normal.

"Saya sangat puas dengan pelayanan yang diberikan. Petugas kesehatan melayani dengan baik, dokter memberikan penjelasan yang jelas, dan proses administrasi juga tidak rumit. Saya merasa tenang karena fokus pada penyembuhan tanpa harus terbebani biaya pengobatan yang besar," tambahnya.

Dede berharap Program JKN dapat terus hadir memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, menjadi peserta JKN merupakan langkah penting untuk menghadapi risiko kesehatan yang tidak dapat diprediksi. Melalui Program JKN, masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang komprehensif.

"Saya berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan kemudahan bagi peserta. Program JKN ini benar-benar hadir membantu masyarakat. Saya juga mengajak masyarakat untuk selalu aktif menjadi peserta JKN dan rutin membayar iuran agar perlindungan kesehatan tetap terjamin," tutup Dede.