Program JKN Bantu Nasim Dapatkan Penanganan Stroke Tepat Waktu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nasim Dipo, warga Kelapa Gading, jalani perawatan stroke melalui program JKN. Foto: Dok BPJS Kesehatan
zoom-in-whitePerbesar
Nasim Dipo, warga Kelapa Gading, jalani perawatan stroke melalui program JKN. Foto: Dok BPJS Kesehatan

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan terus menjangkau penerima manfaat. Salah satu peserta JKN yang merasakan manfaat program ini adalah Nasim Dipo Sumarto (91), warga Kelapa Gading. Ia menjalani perawatan akibat stroke dan mendapatkan pelayanan kesehatan melalui Program JKN.

Putrinya, Sari (58), mengisahkan bahwa kondisi ayahnya berubah secara tiba-tiba. Nasim mengalami kelemahan pada tubuh bagian kanan. Saat diperiksa di rumah, tekanan darahnya hampir mencapai 200 mmHg. Khawatir dengan kondisinya, Sari bersama keluarga segera membawa sang ayah ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Bagi Sari, keberadaan Program JKN memberikan ketenangan bagi keluarganya, terutama saat menghadapi situasi yang tidak terduga. Menurutnya, proses administrasi berjalan lancar sehingga ayahnya dapat segera ditangani oleh tenaga medis tanpa kendala.

“Melihat kondisi ayah, kami langsung berdiskusi dengan keluarga. Kami khawatir akan kondisi ayah karena gejalanya cukup serius. Akhirnya kami memutuskan membawa ayah ke RS Islam Cempaka Putih untuk mendapatkan penanganan secepatnya,” ujar Sari.

Sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Nasim langsung mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tenaga medis. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa Nasim mengalami stroke sehingga harus menjalani perawatan intensif. Di tengah proses administrasi, Sari mengetahui bahwa status kepesertaan BPJS Kesehatan ayahnya belum aktif. Meski begitu, pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan kepada Nasim sambil memberikan kesempatan kepada keluarga untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan-nya.

“Alhamdulillah pihak rumah sakit sangat membantu. Ayah tetap dirawat terlebih dahulu. Sementara itu, kami diberi waktu untuk mengurus pengaktifan kembali status kepesertaan BPJS Kesehatan ayah. Proses pengaktifannya berjalan dengan baik sehingga pengobatan ayah tetap dapat dilanjutkan,” jelasnya.

Sari menilai pelayanan yang diterima ayahnya selama menjalani perawatan sangat memuaskan. Ia menilai tidak ada perbedaan perlakuan antara peserta BPJS Kesehatan dengan pasien umum. Seluruh tenaga medis mulai dari petugas administrasi, dokter, hingga terapis memberikan pelayanan yang ramah, profesional, dan penuh perhatian.

“Ayah diperlakukan dengan sangat baik. Semua tenaga medis melayani dengan sepenuh hati. Kami itu merasa sangat terbantu dan tentunya bersyukur mendapatkan pelayanan yang berkualitas,” ungkapnya.

Sari mengajak masyarakat, terutama yang belum terdaftar sebagai peserta JKN, agar segera memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan. Menurutnya, tidak ada yang dapat memprediksi kapan seseorang akan membutuhkan pelayanan kesehatan. Sakit itu bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja.

“Saya hanya ingin mengingatkan sebaiknya semua masyarakat memiliki BPJS Kesehatan ya. Karena sewaktu-waktu sakit atau butuh pelayanan kesehatan, kita jadi tidak perlu khawatir karena sudah punya jaminan kesehatan. Tentunya kehadiran BPJS Kesehatan membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” tutup Sari.