Prosesi Tawur Agung Kesanga Jelang Nyepi di DKI Digelar Terbatas, Hanya 40 Orang

Umat Hindu di Indonesia bakal melaksanakan Hari Raya Nyepi pada Minggu (14/3). Hari Raya Nyepi kali ini merupakan yang kedua kalinya digelar di tengah pandemi corona.
Di DKI Jakarta, prosesi jelang Nyepi dilaksanakan sejak Kamis (11/3). Sementara prosesi Tawur Agung Kesanga yang biasanya dihadiri banyak umat Hindu, kali ini hanya digelar secara terbatas pada Sabtu (13/3) lantaran pandemi corona belum mereda.
“(Upacara Tawur Agung Kesanga) bertempat di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur. Itu juga dihadiri sebatas panitia dan umat secara terbatas, 40 orang juga,” ujar Ketua Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Dikmental) Pemprov DKI Jakarta, Muhammad Zen, kepada wartawan, Jumat (12/3).
Zen menyebut, prosesi jelang Nyepi yang digelar pada Kamis (11/3) kemarin yakni Upacara Melasti. Dalam upacara tersebut, umat Hindu yang hadir juga terbatas maksimal 40 orang.
“Sudah disepakati oleh para pemuka agama Hindu di Jakarta ya, bahwa pertama ada Upacara Melasti, jatuh pada hari Kamis kemarin (11/3) di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, dihadiri oleh panitia dan umat secara terbatas, maksimal 40 orang,” kata Zen.
Dalam upacara Melasti, kata Zen, umat Hindu mendatangi sumber air dengan tujuan untuk membersihkan Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri sendiri).
Lalu upacara Tawur Agung Kesanga yang memiliki tujuan yang sama seperti upacara Melasti digelar pada Sabtu (13/3).
Kemudian saat puncak Nyepi pada Minggu (14/3), kata Zen, para umat Hindu melaksanakannya di rumah.
“Pada Minggu, 14 Maret, seluruh umat Hindu melaksanakan Catur Brata--penyepian, di kediaman masing-masing,” ujar Zen.
Zen menambahkan, rangkaian perayaan Nyepi di Jakarta terakhir digelar pada Senin (15/3), yakni upacara Ngembak Geni Dharma Santi. Secara umum, prosesi ini merupakan silaturahmi keluarga dan menjadi penanda dimulainya tahun baru Saka. Namun prosesi silaturahmi tersebut, kata Zen, digelar secara virtual.
“Pada upacara ini, seluruh umat Hindu juga di rumah masing-masing,” tutur Zen.
Lebih lanjut, Zen menyatakan umat Hindu juga memasang spanduk-spanduk di kantor-kantor pemerintahan setempat yang berisi peringatan adanya perayaan Nyepi.
Ia menyebut umat Hindu di Jakarta begitu mendukung penanganan pandemi corona yang ditunjukkan dengan tema khusus.
“Tema di kegiatan hari suci Nyepi ini adalah ‘Melalui semangat hari suci Nyepi, mari tingkatkan kebersamaan untuk dapat menekan penyebaran COVID-19 di DKI Jakarta’,” tutup Zen.
