Provinsi dengan Kasus Pembunuhan Beracun Terbanyak: Jateng dan Sumut

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi menunjukkan barang bukti dan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Polisi menunjukkan barang bukti dan NA (25) warga Majalengka terduga pelaku pengiriman sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) saat rilis kasus di Polres Bantul, D.I Yogyakarta, Senin (3/5). Foto: Andreas Fitri Atmoko/ANTARA FOTO

Kasus sate maut yang dicampur dengan sianida di Bantul, DIY, terkuak setelah anak driver ojol berusia 10 tahun tewas. Belakangan diketahui pembunuh dengan racun itu ialah Nani Aprialliani Nurjaman (25).

Sedianya Nani yang merupakan pegawai salon itu mengirim sate tersebut ke Tomy, suami sirinya, via ojol. Motifnya karena sakit hati kepada pria yang berprofesi sebagai polisi itu.

Namun, apa lacur. Racun sianida dalam sate itu tak sampai ke target. Anak sang driver ojol justru jadi korban salah sasaran karena satenya ditolak pihak Tomy.

Tragedi sate maut di Bantul itu menambah daftar kelam pembunuhan menggunakan racun di Indonesia. Penelusuran kumparan di direktori Putusan MA, terdapat 45 salinan putusan pengadilan di tingkat pertama terkait racun sepanjang 2010-2021.

embed from external kumparan

Temuan pada penelusuran tersebut, Sumatera Utara dan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan kasus pembunuhan menggunakan racun paling banyak. Tempo kejadian terjadi pada rentang waktu 2010-2021.

Sumut dan Jateng masing-masing terdapat 7 kasus pembunuhan yang menggunakan racun. Selanjutnya, provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat menyusul dengan masing-masing 6 kasus. Lalu, ada Aceh dengan 5 kasus.

Data jumlah kasus pembunuhan dengan racun ini diolah dengan menyaring kata kunci 'racun' di direktori tindak pidana pembunuhan. Setelahnya muncul 168 putusan terkait dengan hasil pencarian tersebut.

Dari total 168 putusan itu, ternyata tidak semua kasus pembunuhan menggunakan racun sebagai alat pembunuhannya. Ada kasus yang mana racun hanya merupakan bagian dari rencana pembunuhan tapi tidak direalisasikan pelaku.

Racun sianida dijual di e-commerce secara bebas. Foto: Dok. Istimewa

Beberapa kasus ada yang pelakunya sempat sudah menggunakan racun. Namun, karena racun tersebut tidak berefek atau tidak diminum korban, sejumlah pelaku membunuh pakai alat lain seperti dipukul, ditebas pakai parang, ditusuk, atau dianiaya.

Pada kasus-kasus tersebut yang sudah dicek satu per satu putusannya, kumparan tidak memasukkannya sebagai kasus pembunuhan menggunakan racun. Dari 168 putusan, hanya ada 45 kasus yang benar-benar menggunakan racun sebagai alat pembunuhan dan penyebab kematian korban.

Kasus Terbanyak di Tahun 2016

Selain mengetahui provinsi terbanyak, kumparan juga mengklasifikasikan kasus-kasus pembunuhan dengan racun berdasarkan tahunnya.

Hasilnya jumlah pembunuhan pada 2010 hingga 2021 cenderung stagnan. Dari 1 kasus di 2010, menjadi 1 kasus di 2021.

embed from external kumparan

Meski demikian, fluktuasi terjadi di antara rentang kedua tahun tersebut. Puncaknya pada 2016 yang terkumpul 10 kasus pembunuhan dengan menggunakan racun.

Di tahun dengan kasus pembunuhan pakai racun terbanyak itu rupanya muncul kasus kopi sianida yang sempat menggegerkan jagat kriminal Indonesia.

Kasus tersebut adalah pembunuhan Wayan Mirna Salihin oleh Jessica Kumala Wongso. Mirna meninggal setelah menengguk Kopi Es Vietnam di Grand Indonesia. Jessica divonis bersalah lantaran mencampur kopi Mirna dengan racun sianida.

Pada tahun putusan kasus 2016, saat itu mayoritas kasusnya memang menggunakan racun sianida. Berikut daftarnya:

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 10 data

Nomor
Tahun
Pengadilan
Provinsi
Vonis
Jenis Racun
1
2016
PN SIBOLGA
Sumatera Utara
7 Tahun
Racun Pestisida
2
2016
PN AMURANG
Sulawesi Utara
Seumur Hidup
Racun Sianida
3
2016
PN AMURANG
Sulawesi Utara
Seumur Hidup
Racun Sianida
4
2016
PN AMURANG
Sulawesi Utara
Seumur Hidup
Racun Sianida
5
2016
PN AMURANG
Sulawesi Utara
Seumur Hidup
Racun Sianida
6
2016
PN NGANJUK
Jawa Timur
18 Tahun
Racun Sianida
7
2016
PN PATI
Jawa Tengah
Seumur Hidup
Racun Sianida
8
2016
PN PATI
Jawa Tengah
Seumur Hidup
Racun Sianida
9
2016
PN JAKPUS
DKI Jakarta
20 Tahun
Racun Sianida
10
2016
PN BIREUEN
Aceh
13 Tahun
Racun Tikus

Tak hanya itu, mayoritas kasus pembunuhan pakai racun dalam data yang diolah kumparan juga menggunakan sianida. Baca selengkapnya pada artikel berikut ini:

embed from external kumparan