Proyek Dermaga Eksekutif Merak-Bakauheni Resmi Dibangun

Pelabuhan Merak di Banten dan Pelabuhan Bakauheni di Lampung akan memiliki sebuah dermaga eksekutif. Groundbreaking pembangunan kedua dermaga eksekutif tersebut dilakukan hari ini, disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan kedua dermaga eksekutif ini adalah sebagai upaya meningkatkan pelayanan jasa penyebrangan sekaligus penambahan fasilitas pelabuhan. Pembangunan proyek tersebut menelan dana sekitar Rp 500 miliar.
"Ini merupakan lintas penyebrangan strategis nasional dari Pulau Jawa ke Sumatera, di pelabuhan ini ada 51 ribu penumpang per hari, dan 10 ribu kendaraan, jadi suatu keharusan bagi kita memperbaiki dan meningkatkan level of service dan level security dan safety," kata Budi Karya di dermaga Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (27/5).
Adapun proyek dermaga eksekutif yang akan dibangun masing-masing ada di dermaga 6 yang terletak di Pelabuhan Merak dan dermaga 7 yang ada di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Rini Soemarno meminta pembangunan dermaga eksekutif ini bisa selesai sebelum Agustus 2018 mendatang. Rini menilai pembangunan dermaga eksekutif diperlukan guna mendukung beroperasinya jalan Tol Lintas Sumatera.
"Bukan hanya double, tapi triple karena ada pelabuhan eksekutif ditambah jalan tol (trans Sumatera) perekonomian bisa cepat tumbuh," sebut Rini.
Adapun pembangunan dermaga eksekutif di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni ini merupakan proyek sinergi antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT PP (Persero) Tbk, dan PT Patra Jasa. Ketiga perusahaan tersebut sepakat akan membangun kawasan terpadu dengan fasilitas terminal, hotel, taman, musala, komersial area dan lounge yang dapat diakses dalam satu area.
Proyek yang dibangun di dua lokasi berseberangan ini akan dibangun di lahan seluas 41.803 meter persegi di Pelabuhan Merak dan 48.446 meter persegi di Pelabuhan Bakaheuni. Dermaga eksekutif diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi panjangnya antrean yang akan menyebrang, mempersingkat waktu tunggu sandar kapal, mempermudah akses menuju ke pelabuhan dan membangun sarana pendukung bagi calon penumpang kapal.
