COVER- kumplus- Lipsus Kereta Cepat

Proyek Lambat Kereta Cepat (2)

22 November 2021 10:09
·
waktu baca 12 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden Jokowi memberi perintah khusus kepada Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir sebulan setelah melantik Kabinet Indonesia Maju pada Oktober 2019. Pesan Jokowi jelas dan tegas: benahi masalah kereta cepat Jakarta-Bandung.
Kegusaran Jokowi dengan salah satu proyek mercusuarnya itu bukan tanpa sebab. Sejak groundbreaking pada 21 Januari 2016, tenggat penyelesaian proyek terus molor. Mulanya, proyek ditargetkan tuntas pada 2019. Kemudian, mundur setahun. Terakhir, Rini Soemarno—Menteri BUMN saat itu—kembali memundurkan target menjadi 2021.
Luhut dan Erick, menurut Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Maritim dan Investasi Septian Hario Seto, sempat membahas soal kereta cepat. “Pak Luhut diskusi sama Pak Erick, ini harus diberesin,” ujarnya.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Konten Premium kumparan+
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung belum juga tuntas. Target rampung pada 2019 tinggal angan-angan. Banyak persoalan mencuat dan berkelindan, membuat proyek melambat-tersendat. Ada apa? Di mana letak kesalahan kalkulasi? Dan mengapa? Klik di bawah.