Proyektil Peluru Nyasar ke Tempat Konveksi di Surabaya

Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan unit Reskrim Polsek Tambaksari melakukan olah TKP jatuhnya sebuah proyektil di sebuah tempat konveksi, Jalan Setro Baru Gg XI. Asal-usul proyektil yang jatuh dari langit ini masih misterius.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa jatuhnya proyektil peluru itu terjadi pada Kamis (1/2/) siang, di salah satu ruangan tempat konveksi pakaian jadi CV Berkat Mulia Abadi. Namun, peristiwa tersebut baru dilaporkan kepada pihak kepolisian pada Jumat (2/3) pagi.
Kejadian bermula, saat siang sekitar pukul 14.00 WIB, seorang karyawan konveksi yang sedang menjahit pakaian terkejut. Tiba-tiba dari arah atas dia mendengar seperti benda kecil yang jatuh dan mengenai mesin jahitnya.
"Benda itu terpental ke depan dan jatuh di lantai," ujar Khotimah, saksi yang menemukan proyektil.
Setelah mengamati benda asing yang berbentuk seperti peluru itu, Khotimah kemudian melaporkan ke pengawas atau mandor kerja. Beruntung benda itu tidak mengenai karyawan sehingga tak ada korban luka. Namun, baru keesokan harinya (2/3), temuan itu dilaporkan ke Polsek Tambaksari Surabaya.

Kapolsek Tambaksari Kompol Prayitno menyayangkan karena peristiwa itu baru dilaporkan sehari setelah peristiwa berlalu. Sehingga membuat penyelidikan terhambat. Dia menambahkan, setelah melakukan olah TKP, polisi menemukan adanya lubang bekas jatuhnya proyektil di bagian asbes dan plafon atau atap bangunan.
"Jadi kalau digambarkan jatuhnya itu dari atas asbes kemudian melewati plafon rumah dan jatuh menimpa salah satu mesin jahit milik saksi," ujarnya.
Prayitno menduga proyektil peluru ini berasal dari sebuah senjata laras panjang. Namun demikian, pihaknya tidak ingin berandai-andai sebelum uji balistik.
"Kita masih mendalami itu. Kalau dilihat kasat mata seperti dari tipe laras panjang tapi belum dapat kami simpulkan sebelum hasil uji yang membuktikan," imbuhnya.
Hasil dari olah TKP lainnya, ternyata menurut saksi setempat, sempat terdengar suara ledakan seperti ledakan senjata api. "Memang ada terdengar suara ledakan tapi belum diketahui pasti dari mana asalnya suara letusan senpi itu berasal," imbuhnya.

Polisi juga pernah menemukan kejadian yang hampir serupa dengan lokasi yang tidak berjauhan, yakni di kawasan Gading. Namun peristiwa itu terjadi pada 26 Februari, juga pada siang hari. Lagi-lagi pihak yang kejatuhan proyektil tidak melapor ke polisi.
"Untuk kasus yang di Gading itu tidak ada ditemukan suara ledakan tapi uniknya tempat ditemukannya proyektil juga sama jatuh di sebuah toko konveksi," katanya.
Prayitno berharap hasil uji balistik tim identifikasi Polrestabes dapat segera keluar guna bisa mengungkap asal mula dan jenis proyektil.
"Untuk sementara ini belum dapat kami simpulkan asal muasal dari proyektil. Kita tunggu saja hasil uji laboratoriumnya," pungkasnya.
