PSI Kritik Gorden Rumah Dinas DPR Rp 48,7 M: Ada Satu Juta Ruang Sekolah Rusak!

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah Dinas DPR. Foto: Ferio Pristiawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Dinas DPR. Foto: Ferio Pristiawan/kumparan

Jubir PSI, Furqan AMC, mengkritik anggaran Sekretariat Jenderal DPR terkait pengadaan gorden rumah dinas anggota DPR RI sebesar Rp 48,7 miliar untuk 505 rumah. Ia menilai anggaran tersebut tidak bermanfaat untuk kepentingan rakyat.

"Kenapa DPR begitu cepat tanggap urusan pesolek begini, sementara untuk pemenuhan hak-hak rakyat terkesan lambat?" kata Furqan dalam keterangan, Selasa (29/3).

Menurutnya, anggaran DPR bisa disalurkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, salah satunya terkait perbaikan fasilitas pendidikan.

"Kemarin saja kita dengar ada sekolah dasar ambruk di Kota Bogor, yaitu SDN Ciheuleut 1 dan Ciheuleut 2. Bahkan ada satu juta ruang kelas rusak di seluruh Indonesia yang membutuhkan prioritas anggaran ketimbang pergantian gorden rumah anggota dewan," tegas dia.

Kondisi gorden lama di rumah dinas anggota DPR. Foto: Dok. Istimewa

Ia pun mempertanyakan jumlah anggaran yang fantastis tersebut. Menurutnya, harga gorden yang diajukan DPR tidak masuk akal dan meminta anggota dewan lebih sensitif serta berempati dengan rakyat.

“Selain itu, nilainya juga tidak masuk akal. Rp 90 juta per rumah itu seperti apa sih? Dalam penelurusan kami, mestinya bisa Rp 10 juta sampai Rp 15 juta saja per rumah,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekjen DPR Indra Iskandar menyebut pengadaan gorden baru bagi rumah dinas DPR itu dilakukan atas permintaan banyak anggota DPR ke Kesekjenan sejak 2020.

"Perlu saya jelaskan bahwa sejak tahun 2020 memang banyak permintaan dari anggota dewan kepada kesekjenan untuk pergantian gorden dan vitrase di rumah jabatan yang sudah sangat tidak layak," tutur Indra saat konferensi pers, Senin (28/3).

Rumah Dinas DPR Foto: Ferio Pristiawan/kumparan

Menurutnya, gorden rumah-rumah dinas sudah tidak layak. Ia menyebut para anggota mengeluh karena rumah terlihat dari luar saat malam hari.

Gorden rumah-rumah dinas tersebut juga ada yang terakhir diganti sekitar 13 tahun lalu, sekitar 2009.