PSI Sebut Tak Perintahkan Ketua IPW Sugeng Laporkan Ganjar Pranowo ke KPK

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie hadir di kumparan Info A1 di Jakarta, Kamis (28/9/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie hadir di kumparan Info A1 di Jakarta, Kamis (28/9/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, buka suara soal Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso melaporkan Ganjar Pranowo ke KPK. Sugeng merupakan Ketua DPD PSI Kota Bogor.

Menurut Grace, laporan Sugeng ke KPK karena murni kadernya itu pejuang antikorupsi. Tidak ada campur tangan partai.

"Pak Sugeng adalah ketua DPD PSI. Namun jauh sebelum itu beliau adalah pejuang antikorupsi dari dulu sampai sekarang," kata Grace saat dihubungi kumparan, Rabu (6/3).

"Laporan yang beliau sampaikan adalah hak beliau sebagai warga negara dan ketua IPW, terlepas dari jabatan beliau sebagai ketua DPD PSI," sambungnya.

Dia menegaskan, laporan Sugeng tersebut sama sekali tidak ada instruksi dari partai.

"Tidak ada," ucapnya.

Sugeng Teguh Santoso, Ketua Indonesia Police Watch (IPW), melaporkan Ganjar Pranowo ke KPK. Foto: Hedi/kumparan

Sugeng sendiri membenarkan bahwa dia adalah kader PSI. Namun, terkait laporan Ganjar ke KPK, dia menegaskan tak bersifat politis.

“Tidak ada [motif politik] … itu hak orang menyatakan seperti itu, bebas,” kata Sugeng.

Laporan Sugeng ke KPK

Sugeng ini melaporkan dugaan gratifikasi mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan eks Dirut Bank Jateng berinisial S ke KPK. Laporan dugaan gratifikasi itu terkait cashback asuransi di BPD Jawa Tengah alias Bank Jateng.

Cashback itu soal penjaminan perusahaan asuransi terhadap para debitur Bank Jateng yang mendapat kredit.

"Cashback dari perusahaan asuransi ke Dirut Bank Jateng terkait dengan adanya penjaminan perusahaan asuransi terhadap pada debitur Bank Jateng yang mendapat kredit dari Bank Jateng sehingga wajib diasuransikan. Para debitur membayar premi kepada asuransi yang ditunjuk Bank Jateng," papar Sugeng.

Capres-Cawapres nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD usai memberikan keterangan pers di Rumah Pemenangan TPN, Jakarta, Rabu (14/2/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Praktik ini, menurut Sugeng, diduga terjadi pada tahun 2014 hingga tahun 2023. Cashback diperkirakan nilainya hingga 16% yang kemudian diduga dibagi-bagikan, yakni:

  • 5% untuk operasional Bank Jateng pusat dan cabang;

  • 5,5% untuk pemegang saham yaitu pemda-pemda di Jateng melalui kepala daerah;

  • 5,5% untuk pemegang saham pengendali yaitu Ganjar Pranowo.

“Jumlahnya lebih dari Rp 100 miliar,” ujar Sugeng.