PSI Tak Ikut Deklarasi Dukung Prabowo Bersama PAN dan Golkar: Sabar, Ojo Kesusu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Partai Gerindra, PKB, PAN, dan Golkar bertemu di Museum Naskah Proklamasi pagi hari ini. Agenda pertemuan tersebut adalah deklarasi dukungan kepada Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) 2024.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengatakan PSI belum ikut dalam deklarasi hari ini. Menurutnya PSI tidak ingin terburu-buru.

“Masih ada waktu, kok. Tenang aja, sabar. Ojo kesusu (jangan terburu-buru). PSI berproses secara internal yah sebelum sampai di konklusi akhir,” kata Grace saat dihubungi kumparan, Minggu (13/8).

Grace menyebut dukungan untuk capres akan menunggu kopi darat nasional (Kopdarnas) PSI yang akan digelar pada 22 Agustus mendatang. Ia mengatakan pilihan capres PSI adalah sosok yang memiliki komitmen melanjutkan program Presiden Joko Widodo.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, kami terus memantau mana capres yang punya komitmen paling jelas untuk melanjutkan program-program Pak Jokowi,” ungkapnya.

“PSI punya sejumlah mekanisme internal semisal Kopdarnas yang akan digelar 22 Agustus mendatang,” tambah dia.

Sinyal dukungan PSI ke Prabowo itu mencuat setelah kedua partai ini saling bertemu. Pertemuan PSI dengan Prabowo juga dianggap sebagai sinyal putar haluan dukungan capres. Sebab pada 2022 lalu, PSI sejatinya sudah mendorong duet Ganjar Pranowo-Yenny Wahid, namun dukungan itu tak diakui bahkan mendapat sindiran soal etika politik dari PDIP.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, membuka daftar partai yang kemungkinan akan bergabung mendukung Ketum Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang.

Hashim mengungkapkan ada beberapa partai lain di luar parlemen yang menyatakan akan bergabung. Salah satunya adalah PBB besutan Yusril Ihza Mahendra, dan Partai Gelora yang dibuat oleh Anis Matta dan Fahri Hamzah.

"[Partai Gelora] belum deklarasi, tapi sudah menyatakan secara tertutup dukung Prabowo. Saya dengar Partai Buruh juga, tapi itu terkonfirmasi. Dan PSI juga, tapi itu juga konfirmasi," pungkasnya.

PSI sebelumnya sudah mengirimkan sinyal bakal pindah haluan mendukung Prabowo. Hal ini terlihat dari pertemuan antara Prabowo dengan PSI di Markas DPP PSI beberapa waktu lalu. Namun PSI memang belum menyatakan dukungannya karena masih menunggu arahan dari Jokowi.