Psikolog UGM Ungkap Salah Kaprah Makna Healing di Kalangan Anak Muda
·waktu baca 3 menit

Belakangan ini, istilah healing tengah menjadi tren di kalangan anak muda. Banyak di antara mereka melakukan healing dengan berlibur atau staycation. Namun, apakah menginap di hotel yang estetik nan mewah serta berwisata ke destinasi kekinian merupakan cara healing yang tepat?
Psikolog UGM, Galang Lufityanto, menjelaskan ada salah kaprah tentang pengertian healing di masyarakat. Selama ini masyarakat mengartikan healing dengan liburan atau staycation. Faktanya, healing adalah proses penyembuhan diri secara psikologis.
"Healing itu proses membuat psikologis kita jadi sehat lagi atau proses menyembuhkan, mengobati diri secara psikologis," kata Gilang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/4).
Untuk melakukan healing, seorang harus mencari akar persoalan yang dihadapinya terlebih dahulu. Healing ini juga harus disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi.
"Misal karena ada masalah dengan rekan kerja atau atasan maka healing dengan liburan atau staycation jadi tidak cocok malah seperti melarikan diri," katanya.
Healing sendiri tidak harus dilakukan dengan menginap di hotel mewah dan mahal. Beberapa cara sederhana bisa dilakukan tanpa perlu mengeluarkan banyak uang dan berpergian jauh.
Galang menjelaskan salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mindfulness. Teknik tersebut melatih seseorang untuk fokus memahami diri sendiri dengan apa yang dirasakan dan dialami.
“Mindfulness ini adalah salah satu teknik healing yang cukup efektif. Contohnya bisa dengan relaksasi seperti meditasi maupun mengatur pernafasan," katanya.
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Psikologi UGM ini menjelaskan masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk healing yaitu journaling. Teknik ini bermanfaat dalam mengekspresikan atau mencurahkan apa yang tengah seseorang rasakan maupun dipikirkan.
Caranya yaitu bisa dengan menulis jurnal harian atau cara konvensional. Namun, bisa juga dilakukan dengan journaling estetik seperti doodling, melukis, dan mewarnai.
"Dengan journaling jadi bisa melihat lagi persoalan yang dialami. Kadang kita terbebani karena semua yang dipikirkan tidak pernah dicerna, problemnya di mana, karena tidak pernah dituangkan dalam bentuk apa pun sehingga tidak tersentuh dengan baik," bebernya.
Dijelaskan, bahwa healing ini perlu direncanakan dan tidak bersifat impulsif. Selain juga harus memperhatikan sumber daya yang orang tersebut miliki.
"Pilih healing yang tidak memberatkan baik dari sisi keuangan maupun waktu," katanya.
Liburan bisa menjadi pilihan healing apabila masalah yang dihadapi adalah padatnya pekerjaan sehingga merasa tak memiliki waktu untuk beristirahat. Liburan seperti itu akan mengurai kelelahan kerja atau yang disebut burn out.
Selain itu, refreshing bisa menjadi pilihan. Meski Galang mengatakan refreshing tidak harus identik dengan kata liburan. Refreshing bisa dilakukan dengan hal sederhana membuat proyek-proyek kecil di rumah.
"Misalnya mengerjakan hobi seperti mendesain, memasak, menjahit, dan lainnya. Dengan melakukan aktivitas ringan yang bisa menghasilkan sesuatu dengan cepat bisa menjadikan kita merasa lebih bahagia karena mampu mencapai tujuan," pungkasnya.
