PT Djarum Hadirkan Harapan: Wujudkan Rumah Impian Kuli Bangunan di Kudus

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Hartono (tengah) foto bersama penerima manfaat Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/11/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Hartono (tengah) foto bersama penerima manfaat Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/11/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Roisnan (51), warga Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sedang santai nonton televisi di rumah berdinding putih miliknya. Ia tak lagi was-was jika hujan deras menerpa, atau sibuk mengusir tikus-tikus yang melintas.

Sebetulnya, ia tak pernah kepikiran bisa menikmati siang yang santai di rumah berdinding putih itu. Sebab, sejak dulu ia terbiasa tinggal dirumah beratap anyaman bambu. Sebagai buruh, rasanya cuma mimpi punya uang untuk mengganti jalinan bambu itu dengan bata.

Namun, angan Roisnan itu tak lagi mimpi di siang bolong.

PT Djarum lewat program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) datang memberi Roisnan kabar, rumahnya akan direnovasi. Tanpa pikir panjang, Rosinan menerima tawaran itu.

"Iya dapat dari PT Djarum rumah saya mau direnovasi mau dibangun ulang. Ya Allah kaya mimpi rasanya," ucap Roisnan saat ditemui di kediamannya, Kamis (6/11).

Rumah yang ditempati Roisnan, merupakan warisan keluarganya. Sejak kecil hingga kini telah menikah dan punya tiga anak, Roisnan selalu tinggal di situ dan tak pernah merenovasi rumah tersebut.

"Ini rumah warisan tinggalan dari orang tua, nggak pernah renovasi paling dikasih kayu kalau ada kayu yang sudah lapuk. Itu saja," ucap Roisnan.

Menteri PKP Maruarar Sirait (kedua kanan) bersama Chief Operating Officer (COO) PT Djarum Victor Hartono (kanan) mengunjungi kediaman penerima manfaat Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (6/11/2025). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Pekerjaannya sebagai kuli bangunan hanya cukup untuk makan dan biaya sekolah anak-anaknya. Keinginan untuk memperbaiki rumah itu sudah lama ia kubur.

"Saya sehari paling dapat Rp 100 ribu, kalau ada panggilan. Anak sekolah semua. Buat sekolah sama makan saja sudah bagus," ungkapnya haru.

Kini, rumah yang terletak di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu sudah berdinding batako, ia tak khawatir lagi jika hujan deras lalu air akan menembus dinding-dinding rumah. Begitu pula dengan, atap bambu yang dulu kerap bocor kini telah bersalin dengan genting dan plafon yang kuat.

Cat tembok rumah itu pun diganti warna kuning cerah. Lantainya sudah diganti dengan keramik berwarna putih. Rumah dengan tiga kamar itu membawa harapan baru membawa masa depan baru.

Kamar mandinya dan saluran air bersihnya pun ikut dibangun ulang. Roisnan bersyukur ia kini punya rumah yang sangat layak.

kumparan post embed

Ia dan keluarganya pun tak lagi khawatir ketika hujan turun dengan deras. Ia tak khawatir dengan atap yang bocor, atau dinding kayu yang terhempas ketika angin kencang datang.

"Kalau musim hujan dulu pasti bocor, jadi di bawah atap ini penuh sama kain, sama ember sama baskom. Apalagi kalau ada angin kencang takutnya setengah mati," imbuh Roisnan.

Ia tak lupa mengucap rasa terima kasihnya kepada PT Djarum, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) yang secara khusus mendatangi rumahnya hari ini. Ia berjanji akan merawat dan menjaga rumah ini sebaik-baiknya.

"Terima kasih PT Djarum dan jajarannya, untuk Pak Menteri Ara yang hadir di sini. Terima kasih sudah membangun rumah saya menjadi bagus menjadi layak untuk ditinggali," kata Roisnan.