PT IBU Bantah Timbun Beras dan Praktik Monopoli

Direktorat Tindak Pidana Khusus (Dirtipideksus) Kamis lalu berhasil mengamankan 1.161 ton beras milik PT Indo Beras Unggul (IBU) yang ada di Bekasi. Dalam penggerebekan tersebut perseroan diduga telah menimbun stok beras.
Membantah tuduhan tersebut, Direktur PT IBU, Jo Tjong Seng (Asen) menegaskan jika stok beras yang ada di gudangnya bukanlah beras timbunan. Menurutnya beras tersebut merupakan beras yang akan digunakan untuk penjualan dalam satu minggu ke depan.
"Fakta yang kami ingin sampaikan 1.161 ton tersebut adalah stok penjualan 1 minggu ke depan. Bukan untuk penimbunan. Hal yang umum dan enggak dilarang bahwa industri memiliki stok," papar Asen saat melakukan pemaparan publik di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta, Selasa (25/7).
Bagi Asen, penyetokan beras merupakan hal yang wajar mengingat perseroan menyalurkan produk berasnya ke seluruh Indonesia."Ketentuan penyimpanan stok ada ketentuan sendiri. Karena kami pasarkan produk kami ke seluruh Indonesia, tentu untuk memiliki stok adalah wajar," tegas Asen.

Selain itu, Asen juga menanggapi tudingan perseroan yang dianggap telah melakukan praktik monopoli dan oligopoli. Menurutnya selama ini konsumen beras nasional per bulan sekitar 3 juta ton. Sedangkan, menurut Asen produksi perseroan tidak mencapai 1 persen konsumsi beras nasional.
"Konsumsi beras nasional kita per bulan sekitar 3 juta ton, pangsa pasar beras PT IBU di bawah 1 persen. Jadi menurut pendapat kami, ini masih jauh dari kemungkinan menuju monopoli atau oligopoli. Membandingkan pangsa pasar dengan total konsumsi nasional," jelasnya.
Justru sebaliknya, menurut Asen perseroan meskipun produksi perseroan di bawah 1 persen akan tetapi turut berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan konsumsi nasional. "Walaupun potensi pasar kami di bawah 1 persen, boleh juga kami menyampaikan bahwa kami ikut berkontribusi memenuhi kebutuhan pangan 1 persen untuk indonesia. Kami ikut mensuplai 1 persen kebutuhan pangan konsumsi nasional," ujarnya.
