PT Samator Resmikan Filling Station Gas Industri di Kabil Nongsa, Batam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Samator Indo Gas Tbk meresmikan filling station gas industri di kawasan Kabil, Nongsa, Batam, Selasa (28/7/2026).  Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
PT Samator Indo Gas Tbk meresmikan filling station gas industri di kawasan Kabil, Nongsa, Batam, Selasa (28/7/2026). Foto: kumparan

PT Samator Indo Gas Tbk meresmikan filling station gas industri di kawasan Kabil, Nongsa, Batam, Selasa (28/7/2026). Fasilitas ini akan melayani kebutuhan gas industri seperti oksigen, nitrogen, dan karbon dioksida bagi sektor manufaktur, fabrikasi logam, elektronika, energi, semikonduktor, makanan dan minuman, hingga layanan kesehatan di Batam dan sekitarnya.

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menyebut peresmian filling station ini menunjukkan adanya kepercayaan dunia usaha terhadap prospek Batam, sekaligus mempertegas peran sektor swasta dalam menghadirkan infrastruktur pendukung bagi kegiatan industri dan pelayanan kesehatan.

"Peresmian hari ini tidak boleh dipandang hanya sebagai bertambahnya sebuah fasilitas operasional. Fasilitas ini memiliki makna yang luas, yaitu memperkuat rantai pasok, mendekatkan pelayanan kepada pelanggan, meningkatkan kecepatan pemenuhan kebutuhan, serta mengurangi risiko keterlambatan distribusi," kata Fary dalam sambutannya.

Menurutnya, kehadiran fasilitas ini penting bagi kepastian pasokan gas. Terlebih, Batam memiliki 31 kawasan industri yang menaungi puluhan hingga ratusan perusahaan multinasional.

Tak hanya itu, fasilitas ini juga sangat membantu sektor layanan kesehatan, termasuk rencana pembangunan Mayapada Apollo Batam International Hospital di kawasan ekonomi khusus.

Sementara itu, Direktur Utama PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmat Harsono, mengatakan investasi ini merupakan bentuk kepercayaan perusahaan terhadap masa depan pertumbuhan industri Batam. Sebelum berinvestasi, kata dia, pihaknya selalu mempertimbangkan dua hal: arah perkembangan industri ke depan dan kesiapan yang harus dibangun untuk menjawab kebutuhan tersebut.

"Setiap investasi yang kita lakukan bukan hanya untuk membangun sebuah fasilitas. Setiap investasi adalah bentuk kepercayaan," ujar Rachmat.

Ia menyebut Batam memiliki posisi strategis sebagai simpul jalur perdagangan nasional yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, sekaligus menjadi salah satu pintu utama Indonesia menuju pasar global.

PT Samator Indo Gas Tbk meresmikan filling station gas industri di kawasan Kabil, Nongsa, Batam, Selasa (28/7/2026). Foto: kumparan

Batam, menurutnya, kini memasuki fase pertumbuhan industri yang mengarah pada aktivitas bernilai tambah lebih tinggi, modern, dan berbasis teknologi sehingga membutuhkan infrastruktur pendukung yang lebih cepat, presisi, dan andal.

Ia menjelaskan pabrik Samator di kawasan tersebut sudah berdiri sejak periode 2012–2013 dan terus mengalami ekspansi seiring pertumbuhan industri Batam. Fasilitas filling station yang baru diresmikan ini, kata dia, dilengkapi sistem otomatisasi dalam proses pengisian dan produksi untuk menjaga presisi, konsistensi, dan standar keselamatan.

Filling station ini memproduksi dan mendistribusikan berbagai jenis gas industri, meliputi oksigen (O₂), nitrogen (N₂), argon (Ar), karbon dioksida (CO₂), nitrogen mix (N₂ Mix), dan argon mix (Ar Mix) serta penambahan produk hidrogen, mixed gas, forming gas, dan specialty gas.

Rachmat menegaskan, bagi Samator, keandalan dalam industri gas bukan hanya soal produk yang bisa dikirimkan, melainkan memastikan produk dengan kualitas yang tepat tersedia pada waktu dan tempat yang dibutuhkan pelanggan.

Rachmat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Batam serta PLN atas dukungan pasokan energi bagi fasilitas tersebut. Ia menyebut peresmian ini sebagai awal dari tanggung jawab menjaga keandalan pasokan, kualitas, dan keselamatan operasi ke depan.

Katanya, pertumbuhan industri tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja, melainkan lahir dari iklim investasi yang sehat yang diciptakan pemerintah, keberanian dunia usaha untuk berinvestasi, dan seluruh pemangku kepentingan yang bergerak dengan visi yang sama.

PT Samator Indo Gas Tbk meresmikan filling station gas industri di kawasan Kabil, Nongsa, Batam, Selasa (28/7/2026). Foto: kumparan

Ia berharap filling station ini tidak hanya menjadi fasilitas operasional, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan industri di Batam.

"Samator ingin bertumbuh bersama para pelanggan. Kami ingin membuka lebih banyak peluang untuk kolaborasi, kami ingin mendukung masuknya investasi baru, dan kami ingin mengambil bagian dari perjalanan Batam untuk menjadi salah satu pusat manufaktur dan industri strategis terdepan di Indonesia," kata Rahmat.

Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun di industri gas dan didukung jaringan 60 pabrik serta 103 filling station yang tersebar di 29 provinsi, Samator terus memperkuat komitmennya sebagai mitra tepercaya bagi berbagai sektor industri. Melalui pengembangan infrastruktur secara berkelanjutan, Perseroan menghadirkan solusi gas industri yang inovatif, berkualitas, dan berstandar keselamatan tinggi untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

"Sejalan dengan semangat perusahaan, 'empowering industry, enabling life' atau memberdayakan industri, memberi manfaat kepada kehidupan," ucapnya.