PTDI Genap 50 Tahun, Menaker Dorong Jadi Center of Excellence SDM Kedirgantaraan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menghadiri Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Sabtu (29/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menghadiri Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Sabtu (29/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) genap berusia 50 tahun. Momentum setengah abad perusahaan industri kedirgantaraan nasional itu turut ditandai dengan peresmian Training Center PTDI oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, pada Sabtu (29/8) di PT Dirgantara Indonesia, Bandung.

Menaker mengatakan, keberadaan Training Center tersebut menjadi langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) kompeten yang dibutuhkan industri kedirgantaraan. Fasilitas itu diharapkan dapat menjadi salah satu Center of Excellence atau pusat unggulan pengembangan SDM di bidang kedirgantaraan.

Menaker mengungkapkan, peresmian Training Center PTDI memiliki makna tersendiri baginya. Ia mengaku pernah menjalani tugas akhir di PTDI ketika masih menempuh pendidikan.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Gita Amperiawan, saat memberikan keterangan usai Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Sabtu (29/8/2026). Foto: Abisatya/kumparan

“Kalau diundang ke sini, ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan pertamanya karena diundang ke Bandung, dan kebahagiaan keduanya diundang ke tempat saya tugas akhir,” kata Yassierli.

Ia mengaku tidak melupakan jasa PTDI dalam perjalanan pendidikannya. Karena itu, Menaker menyatakan siap mendukung pengembangan Training Center PTDI sebagai bagian dari upaya pemerintah menjawab tantangan ketenagakerjaan.

Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan atau skill, tetapi juga sertifikasi dan pengakuan kompetensi secara luas.

Skill, certification, recognition. Tiga ya. Ada yang punya skill tapi kalau certification-nya tidak ada, problem kita,” ujarnya.

Karena itu, Training Center PTDI diharapkan tidak hanya menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, tetapi juga tenaga kerja bersertifikasi yang kompetensinya dapat diakui di tingkat nasional maupun internasional.

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Gita Amperiawa menghadiri Peresmian Dirgantara Indonesia Training Center di PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Sabtu (29/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Sementara itu, Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawa, menjelaskan sertifikasi memang menjadi salah satu persyaratan penting bagi SDM yang bekerja di industri kedirgantaraan, termasuk sektor maintenance, repair and overhaul (MRO).

“Training Center yang kami bangun ini sebetulnya adalah menyiapkan SDM bersertifikasi. Karena salah satu persyaratan untuk bisa SDM tersebut di dunia kedirgantaraan termasuk MRO adalah certified,” ujar Gita.

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, Training Center PTDI juga memiliki peluang untuk menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan industri aviasi internasional. Gita menyebut pihaknya telah melihat adanya permintaan tenaga kerja terampil dari sejumlah negara, termasuk Korea Selatan dan Uni Emirat Arab.

“Kita melihat bahwa demand di luar negeri cukup besar juga,” katanya.

Menaker berharap PTDI dapat menjadi benchmark atau role model pengembangan SDM kedirgantaraan melalui konsep pelatihan yang terintegrasi dengan industri.

Ia mengatakan, pemerintah nantinya juga akan mengembangkan model serupa untuk sejumlah sektor lain, seperti pertambangan, minyak dan gas, teknologi informasi, kesehatan hingga otomotif.

“Semoga ini bisa menjadi percontohan, role model, integrated training center dengan industri dalam dan luar negeri, dengan modul kurikulum yang ter-update, dan menghasilkan lulusan-lulusan yang bisa direkognisi tidak hanya nasional, tapi juga internasional,” kata Menaker.