Puan di HUT ke-81 TNI: Prajurit Harus Berpihak kepada Rakyat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan TNI merupakan kekuatan pertahanan yang lahir dari rakyat sehingga tidak boleh melupakan akar pengabdiannya. Menurutnya, kekuatan TNI harus digunakan untuk melindungi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Pernyataan itu disampaikannya dalam momen peringatan HUT ke-81 TNI.

“Sebagai prajurit yang lahir dari rahim rakyat, TNI tidak boleh lupa akan akarnya, yaitu rakyat,” kata Puan dalam keterangannya, Senin (5/10).

“Karena itu, kekuatan TNI harus selalu berpihak kepada rakyat, bangsa, dan negara,” sambungnya.

Puan mengatakan tema HUT ke-81 TNI, yakni ‘TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur’, menegaskan hubungan erat antara kekuatan pertahanan dan kepentingan masyarakat yang dilindunginya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesinambungan pembangunan pertahanan agar Indonesia memiliki kemampuan menghadapi berbagai ancaman serta dapat menentukan sikap secara mandiri berdasarkan kepentingan nasional.

“Situasi geopolitik global yang dinamis menuntut TNI untuk terus menjadi prajurit yang profesional, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.

Menurut Puan, modernisasi pertahanan perlu berjalan beriringan dengan kesiapan prajurit dan kemampuan negara untuk mempertahankan serta mengoperasikan alutsista dalam jangka panjang.

Soroti Pembentukan Satuan Baru TNI

Sejumlah Prajurit TNI mengenakan masker saat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Base Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Dalam upacara parade HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo Subianto sekaligus melantik dan mengukuhkan sejumlah satuan baru di tubuh TNI, termasuk 6 Komando Daerah Militer (Kodam) yang tersebar di berbagai wilayah.

Selain itu, untuk TNI AD dibentuk Brigif TP, 150 Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan (TP), serta 3 Yon Bantuan Tempur (Banpur) yang terdiri dari Kavaleri, Armed, dan Arhanud.

Sementara itu, TNI AL terdiri atas 1 Brigif Marinir dan 4 Yon Marinir. Adapun TNI AU terdiri atas 1 Divisi II Korpasgat, 1 Brigade Korpasgat, 3 Yon Korpasgat, 1 Skadron Pendidikan, 2 Skadron Udara, dan 2 Satuan Radar.

Puan berharap pembentukan berbagai satuan baru tersebut dapat memperkuat kemampuan TNI dalam menjaga pertahanan negara sekaligus melindungi masyarakat.

“Dengan berbagai satuan baru ini, kita berharap TNI dapat semakin kuat dalam menjaga rakyat serta kedaulatan NKRI,” ucap Puan.

Apresiasi Prajurit yang Bantu Warga

Prajurit TNI membawa panji-panji satuan baru TNI saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Lebih lanjut, Puan memberikan penghargaan kepada para prajurit atas dedikasinya dalam menjaga pertahanan negara dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menyoroti peran prajurit yang turut membantu masyarakat dalam menghadapi bencana maupun keadaan darurat.

“Pengabdian tersebut perlu ditopang koordinasi yang jelas serta dukungan pemerintah sesuai mandat penugasan, sehingga pertolongan kepada warga berjalan efektif dan kesiapan pertahanan tetap terpelihara,” sebut Puan.

Puan juga berharap negara terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan prajurit dan keluarga mereka.

“Kepastian kesejahteraan, pelayanan kesehatan, dan dukungan bagi keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab negara terhadap mereka yang menjalankan pengabdian,” jelasnya.

“Pendidikan, latihan, pemeliharaan, dan kesejahteraan prajurit harus memperoleh perhatian bersama agar investasi pertahanan menghasilkan kemampuan yang dapat diandalkan,” sambung dia.

Puan menegaskan kedekatan TNI dengan rakyat harus terus dipelihara melalui pengabdian yang menghormati hukum, melindungi keselamatan masyarakat, serta menjaga kepercayaan publik.

“Teruslah menjadi kekuatan pertahanan yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia!” tutupnya.