Puan Menangis Sindir Kader Berkhianat di Rakernas PDIP, Gibran Ucap Terima Kasih

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puan Maharani mengusap air mata saat Penutupan Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta Utara, Minggu (26/5/2024). Foto: Dok. Youtube PDI Perjuangan
zoom-in-whitePerbesar
Puan Maharani mengusap air mata saat Penutupan Rakernas PDI Perjuangan di Jakarta Utara, Minggu (26/5/2024). Foto: Dok. Youtube PDI Perjuangan

Wakil Presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka akhirnya buka suara terkait pernyataan Ketua DPD PDIP Puan Maharani menyoroti adanya perilaku kader partai yang berkhianat, tidak menjunjung tinggi etika politik, tidak disiplin, dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan ideologi partai.

Bahkan, Puan menyampaikan itu sambil menangis. Hal itu diungkapkan Puan saat penutupan Rakernas PDIP, Minggu (26/5). Gibran tak mempermasalahkan pernyataan Puan tersebut.

“Siap, terima kasih untuk masukannya. Terima kasih Mbak Puan untuk semua pengurus DPP PDIP lain, terima kasih,” ujar Gibran usai membuka acara pemeran BUMN-UMKM Great Sale 2024 di Solo Paragon Mal, Kamis (30/5).

Wakil presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming Raka di kedai kopi di Solo, Jateng, Senin (20/5/2024). Foto: Dok. kumparan

Ditanya terkait Presiden Jokowi dan dirinya memilih bertemu berlibur di Yogyakarta dan Borobudur saat Rakernas PDIP, ia menegaskan tidak mendapatkan undangan.

“Ya karena tidak ada undangan. Tidak ada pembahasan itu (tak diundang rakernas dengan Jokowi),” pungkasnya.

Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR, Puan Maharani menyampaikan sikap politik PDIP pada Rakernas V PDIP di Ancol, Jakarta, Minggu (26/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sebelumnya, momen menarik terjadi saat Ketua DPP PDIP Puan Maharani membacakan rekomendasi dari Rakernas V PDIP yang digelar di Beach City Internasional Stadium, Jakarta Utara, Minggu (26/5). Saat membacakan rekomendasi dari Rakernas V PDIP, Puan terlihat terhenti sebentar, kemudian menangis.

"Sehubungan dengan adanya perilaku kader partai yang tidak menjunjung tinggi etika politik, tidak berdisiplin, dan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ideologi partai, serta melakukan pelanggaran konstitusi dan demokrasi," kata Puan.

"Rakernas V Partai menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.