Puan Minta Bantuan Logistik via Airdrop Dievaluasi: Jangan Sampai Tak Bermanfaat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bantuan yang akan didistribusikan di Lanud Soewando, Medan, Selasa (2/12/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bantuan yang akan didistribusikan di Lanud Soewando, Medan, Selasa (2/12/2025). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta pemerintah mengevaluasi pengiriman bantuan buat korban bencana banjir bandang di Sumatera dengan cara dilemparkan dari pesawat terbang atau airdrop.

Menurutnya, cara tersebut harus dikaji secara mendalam agar bantuan tak menjadi rusak dan berujung tanpa manfaat.

“Bahwa memang banyak sekali wilayah yang jalurnya itu terputus, jadi dilakukan melalui udara, namun kemudian cara pemberiannya mungkin dianggap kurang efektif atau kurang baik. Karena itu juga perlu dievaluasi yang sebaik-baiknya,” ucap Puan di DPR, Rabu (3/12).

“Jadi jangan sampai bantuan yang datang pun kemudian tidak bisa bermanfaat bagi para korban,” tambahnya.

kumparan post embed

Puan menilai hal ini harus menjadi perhatian agar manfaat dari bantuan yang disalurkan dapat dirasakan secara maksimal oleh para korban.

“Jadi ini yang sebaiknya kita pikirkan langkah-langkah yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak, bagi wilayah yang terkena terkena bencana tersebut,” ucap Puan.

“Jadi antara pemerintah dan DPR insyaallah kita selalu berkomunikasi untuk bersinergi untuk bisa mendapatkan jalan yang terbaik dalam bisa segera mengentaskan terkait dengan bencana ini,” tambahnya.

Pengungsi banjir menunggu bantuan helibox yang didistribusikan Prajurit TNI AU Skadron Udara 2 menggunakan metode Container Delivery Sistem (CDS) dengan pesawat CN 295 di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
Prajurit TNI AU Skadron Udara 2 bersiap mendistribusikan helibox berisi bantuan untuk pengungsi banjir menggunakan metode Container Delivery Sistem dengan pesawat CN 295 di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO
Prajurit TNI AU Skadron Udara 2 menata helibox yang akan di distribusikan menggunakan metode Container Delivery Sistem (CDS) dengan pesawat CN 295 di Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12/2025). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Sebelumnya, bencana banjir bandang hingga longsor terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh pada akhir November lalu. Per hari ini pukul 15.30 WIB, BNPB mencatat 804 orang hilang dan 657 orang dilaporkan hilang.

Sementara, sejumlah daerah sempat mengeluhkan bantuan yang tak kunjung sampai.