Puan Minta Kasus Oknum TNI Tembak 3 Polisi di Lampung Diusut Tuntas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR RI Puan Maharani saat tiba di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR RI Puan Maharani saat tiba di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta aksi oknum TNI tembak tiga Polisi hingga tewas di Kabupaten Way Kanan, Lampung, diusut tuntas. Ia juga menugaskan Komisi terkait untuk mengawal kasus tersebut.

"Atas nama DPR RI kami menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga anggota polisi saat menjalankan tugas. DPR melalui komisi terkait akan mengawal pengusutan kasus ini hingga tuntas," kata Puan Maharani, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/3).

Puan pun menekankan pentingnya investigasi menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi para korban.

"Pelaku yang terlibat dalam tindakan kriminal harus mendapatkan sanksi yang setimpal,” tegas Ketua DPP PDIP itu.

3 polisi Lampung tewas ditembak saat menggerebek judi sabung ayam, Senin (17/3/2025). Foto: Dok Divisi Humas Polri

Puan meminta TNI dan Polri melakukan investigasi terhadap kasus penembakan ini secara transparan. Apalagi kasus ini berkaitan dengan dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas ilegal perjudian.

"Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya integritas dan profesionalisme aparat negara dalam menjalankan tugasnya," ujar Puan.

"Penegakan hukum yang tegas dan adil terhadap pelaku, terutama jika melibatkan oknum aparat, adalah langkah krusial untuk menjaga wibawa institusi dan kepercayaan publik," tuturnya.

Tiga anggota Polres Way Kanan Lampung tewas saat menggerebek judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Senin (17/3) pukul 16.50 WIB. Mereka ditembak di bagian kepala oleh oknum TNI.

Mereka yang tewas adalah AKP Lusiyanto selaku Kapolsek, dan dua polisi yakni Aipda Petrus dan Bripka Ghalib. Pelaku kini sudah ditahan di Denpom Lampung.