Puan Persilakan Warga Kritik DPR-Pemerintah: Asal Beretika, Saling Menghargai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR/DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR/DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Ketua DPR RI Puan Maharani dalam pidatonya di sidang tahunan MPR/DPR 2025 menyinggung perlu dikritik. Sebab, itu bisa berpengaruh ke baik buruknya kebijakan.

Namun, Puan mengingatkan agar kritik disampaikan dengan etika.

“Tetap saja kritik itu harus disampaikan juga secara beretika, sehingga pemerintah atau negara pun bisa memahami apa yang sebenarnya ingin didengar,” ucap Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8).

“Jadi, kita saling menghormati dan menghargai,” tambahnya.

Sejumlah demonstran melaksanakan unjuk rasa menolak RUU TNI di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Seorang demonstran membentangkan poster saat unjuk rasa menolak RUU TNI di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/3/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Puan menilai, selama 299 hari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sudah banyak merespons positif kritikan masyarakat.

“Karena itu, memang dalam sidang kenegaraan sekarang ini, DPR RI ini menyampaikan bahwa ke depan, Insyaallah kita bisa bersama-sama sinergi, bahwa semua kritik akan menjadi satu otokritik juga bagi kami, pemerintahan eksekutif, legislatif, yudikatif, dan semua lembaga negara untuk bisa sama-sama memahami kehendak rakyat,” kata Puan.